Satgas DLH Pamekasan saat mengangkut sampah
PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan menyiapkan sistem pengolahan sampah berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.
Upaya tersebut dilakukan sekaligus untuk mengurangi ketergantungan terhadap alokasi transfer ke daerah dari pemerintah pusat.
BACA JUGA:
- Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Pamekasan Tegaskan Peran Indonesia Jaga Perdamaian Dunia
- YBM PLN Madura Tebar 230 Paket Daging Kurban untuk Warga Dhuafa Pamekasan
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
Kepala DLH Pamekasan, Supriyanto, menjelaskan salah satu program yang dijalankan yakni Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).
Program tersebut berfokus pada pengelolaan sampah secara terpadu mulai dari hulu hingga hilir.
“Kalau sudah menjalankan LSDP ini, nanti kita bisa meningkatkan PAD melalui pengolahan sampah dan bisa dijual lagi,” ucapnya, Jumat (10/4/2026).
Ia mencontohkan, sejumlah jenis sampah memiliki nilai ekonomi jika diolah dengan tepat.
Sampah plastik dan botol, misalnya, dapat diolah menjadi paving blok, sedangkan sisa makanan dapat dimanfaatkan menjadi maggot dan kompos.
“Penanganan sampah di Pamekasan berbasis kelompok swadaya masyarakat. Nanti, hasilnya bisa digunakan pembelian BBM dan pembayaran tenaga kerja,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




