Satgas DLH Pamekasan saat mengangkut sampah
PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan menyiapkan sistem pengolahan sampah berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.
Upaya tersebut dilakukan sekaligus untuk mengurangi ketergantungan terhadap alokasi transfer ke daerah dari pemerintah pusat.
BACA JUGA:
- Warga Rejomulyo Ngawi Keluhkan Bau Peternakan Ayam Petelur, Minta Perbaiki Pengelolaan Limbah
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
- Bea Cukai Madura Didesak Usut Dugaan Pabrik Rokok Bermasalah
- Kasus Kekerasan Seksual Anak Perempuan di Pamekasan Naik, Faktor Keluarga Tak Harmonis Jadi Pemicu
Kepala DLH Pamekasan, Supriyanto, menjelaskan salah satu program yang dijalankan yakni Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).
Program tersebut berfokus pada pengelolaan sampah secara terpadu mulai dari hulu hingga hilir.
“Kalau sudah menjalankan LSDP ini, nanti kita bisa meningkatkan PAD melalui pengolahan sampah dan bisa dijual lagi,” ucapnya, Jumat (10/4/2026).
Ia mencontohkan, sejumlah jenis sampah memiliki nilai ekonomi jika diolah dengan tepat.
Sampah plastik dan botol, misalnya, dapat diolah menjadi paving blok, sedangkan sisa makanan dapat dimanfaatkan menjadi maggot dan kompos.
“Penanganan sampah di Pamekasan berbasis kelompok swadaya masyarakat. Nanti, hasilnya bisa digunakan pembelian BBM dan pembayaran tenaga kerja,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






