7 Vendor PLTS untuk Perusahaan di Indonesia

7 Vendor PLTS untuk Perusahaan di Indonesia Pemasangan Solar PV Roll up di Kalimantan Timur.

Greenvolt Power Indonesia adalah entitas dari Greenvolt Group, portofolio KKR yang mengoperasikan jaringan energi terbarukan di lebih dari 20 negara dengan kapasitas distributed generation melampaui 1,1 GW secara global.

3. Sky Energy Indonesia

Sky Energy Indonesia adalah produsen modul surya domestik yang juga menyediakan jasa EPC. Dengan kapasitas produksi 200 MW per tahun dan nilai TKDN 47,5%, Sky Energy menjadi pilihan relevan untuk proyek yang mensyaratkan komponen dalam negeri, terutama pengadaan BUMN atau proyek dengan skema pembiayaan pemerintah.

4. JGC Indonesia

JGC Indonesia adalah perusahaan EPC energi surya yang merupakan bagian dari JGC Corporation asal Jepang, dengan standar teknik tinggi dan pengalaman internasional. Di Indonesia, JGC Indonesia melayani segmen manufaktur dan industri berat. Proyek yang sudah beroperasi mencakup atap pada pabrik PT Daiki Aluminium Industry Indonesia di Karawang, Jawa Barat. Layanan mencakup desain, instalasi, hingga O&M jangka panjang, termasuk integrasi sistem yang mendukung pengurangan emisi karbon secara terukur.

5. Agra Surya Energy

Agra Surya Energy adalah perusahaan EPC energi terbarukan yang melayani segmen komersial, gedung publik, dan institusi. Selain EPC konvensional, tersedia skema Performance Based Renting, di mana sistem dipasang tanpa biaya pemasangan, klien hanya membayar tagihan berdasarkan energi yang dihasilkan selama masa kontrak 15-25 tahun. Agra Surya Energy lebih sesuai untuk gedung komersial dan fasilitas publik dibanding pabrik industri berat.

6. Belsolar

Belsolar (PT Bumi Enviro Lestari) adalah perusahaan EPC yang melayani segmen pergudangan, pusat logistik, dan pabrik skala menengah. Untuk proyek tanpa biaya di muka, Belsolar berperan sebagai penghubung antara klien dan developer lain yang menyediakan pembiayaan, sementara Belsolar mengerjakan EPC-nya.

7. ATW Solar

ATW Solar adalah perusahaan EPC yang didirikan pada 2017 dan bergabung dengan Triputra Visi Energi, anak usaha Triputra Group, pada 2023. Kapasitas terpasang melampaui 10 MWp dengan portofolio yang mencakup segmen komersial, industri, residensial, dan solusi hybrid untuk pertambangan dan perkebunan.

Dari ketujuh developer di atas, empat hal yang paling membedakan pengalaman klien jangka panjang adalah model bisnis (EPC satu kali vs sewa jangka panjang), kedalaman portofolio di sektor yang sama, kemampuan instalasi tanpa hentikan produksi, dan ada tidaknya platform monitoring yang aktif setelah sistem beroperasi. Proses kerja sama dengan developer industri umumnya berjalan dalam lima tahapan.

Tahapan Proses Kerja Sama dengan Developer Industri

Kerja sama dengan developer untuk fasilitas industri berjalan dalam lima tahap, dari survei awal hingga operasional jangka panjang. Setiap tahap menghasilkan output yang menjadi dasar keputusan di tahap berikutnya.

Survei lokasi mencakup audit beban listrik aktual, analisis struktur dan orientasi atap, serta kajian bayangan bangunan. Output tahap ini adalah data teknis yang menentukan kapasitas sistem yang bisa dipasang dan estimasi produksi energi per tahun.

Proposal teknis dan finansial disusun berdasarkan data survei. Proposal yang baik memuat desain sistem spesifik untuk fasilitas Anda, proyeksi penghematan per bulan berdasarkan tarif PLN aktual, kalkulasi payback period, dan pilihan skema pembiayaan yang tersedia. Tolak proposal yang hanya berisi estimasi generik tanpa menyebut golongan tarif PLN dan profil konsumsi aktual fasilitas Anda.

Instalasi di lingkungan industri wajib dijalankan tanpa menghentikan operasi produksi. Penyambungan akhir ke sistem kelistrikan bangunan (tie-in) dijadwalkan saat beban produksi paling rendah, umumnya hari libur atau pergantian shift malam. Developer yang berpengalaman di industri sudah punya prosedur standar untuk ini.

Operasi dan pemeliharaan (O&M) menentukan apakah performa sistem terjaga selama 20-25 tahun kontrak. Developer dengan model sewa jangka panjang punya kepentingan langsung untuk menjaga performa karena pendapatannya bergantung pada keberlangsungan sistem. Developer EPC yang menyerahkan sistem setelah instalasi selesai biasanya menawarkan O&M sebagai kontrak terpisah yang perlu dinegosiasikan sendiri.

Vendor Mana yang Paling Sesuai untuk Perusahaan Anda?

Pilihan yang tepat bergantung pada tiga variabel: skala konsumsi listrik, fleksibilitas arus kas, dan tingkat ketergantungan pada komponen lokal.

Untuk pabrik dengan konsumsi besar yang tidak ingin keluarkan CAPEX, model sewa jangka panjang dari adalah pilihan yang paling langsung dengan berbagai skema yang ditawarkan.

Satu hal yang berlaku untuk semua vendor, minta daftar proyek yang sudah selesai di sektor yang sama dengan bisnis Anda, lengkap dengan nama klien dan kapasitas terpasang. Developer yang tidak bisa menunjukkan itu belum tentu tidak kompeten, tapi Anda perlu lebih banyak waktu untuk memverifikasi kemampuan mereka sebelum menandatangani kontrak 20 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO