foto: bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE menilai bahwa 23 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) yang mengancam mosi tidak percaya terhadap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sangat beruntung dan penuh berkah.
“Karena berkat keberanian moral mereka inilah sehingga - suka atau tidak suka – PBNU harus menggelar Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026,” ujar Mas’ud Adnan, Selasa (5/5/2026).
BACA JUGA:
- Profil BANGSAONLINE, Media Lugas yang Digandeng Banyak Pihak Gelar Even Akbar
- Jadwal Imsyakiyah Kota Surabaya dan Sekitarnya Hari Ini, 29 Ramadhan 1447 H / 2026
- Jadwal Imsyakiyah Kota Surabaya dan Sekitarnya Hari Ini, 28 Ramadhan 1447 H / 2026
- Jadwal Imsyakiyah Kota Surabaya dan Sekitarnya Hari Ini, 27 Ramadhan 1447 H / 2026
Padahal sebelumnya, tegas dia, berbagai upaya mediasi telah dilakukan, termasuk oleh para kiai sepuh, tapi tak mempan: Kiai Miftah selaku Rais Aam dan Gus Yahya selaku Ketua Umum PBNU tetap jalan sendiri2. Bahkan SK PCNU terbengkalai.
"Ya, inilah berkah besar keberanian moral 23 PWNU yang mengancam mosi tidak percaya pada PBNU itu," tambahnya.
“Tapi, untuk lebih gamblangnya, silakan simak Podcast BANGSAONLINE di channel YouTube yang menghadirkan Prof Dr KH Imam Ghazali Said, MA sebagai nara sumber,” ujar Mas’ud Adnan.
Menurut Mas’ud Adnan, kini setelah didatangi 23 PWNU para petinggi PBNU yang selama ini selalu bertikai tak kunjung selesai, mulai mengeluarkan SK dan juga telah menentukan pelaksanaan Muktamar NU pada Agustus 2026 sesuai tuntutan 23 PWNU.
“Alhasil, 23 PWNU itu telah menjadi penyelamat NU. Termasuk menyelamatkan NU dari sikap cuek PBNU yang selama ini tidak peka terhadap kegelisahan dan kecewaan para kiai dan warga NU,” ujar Mas’ud Adnan.
Menurut dia, marwah NU belakangan ini sempat ternoda gara-gara pertikaian Kiai Miftachul Ahyar melawan Gus Yahya.
“Dan menjadi sasaran gunjingan serta buli sehingga warga NU di bawah menanggung malu,” tegas Mas’ud Adnan
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




