SURABAYA,BANGSAONLINE.com - BMKG Juanda menyebut cuaca panas yang terjadi di Surabaya dan sejumlah wilayah Jawa Timur dipengaruhi minimnya tutupan awan selama masa peralihan menuju musim kemarau.
Prakirawan BMKG Juanda, Rendy Irawadi, mengatakan langit di Surabaya dalam beberapa hari terakhir cenderung cerah sejak pagi sehingga sinar matahari dapat menyinari permukaan bumi secara maksimal. Kondisi tersebut membuat suhu udara terasa lebih panas dari biasanya.
BACA JUGA:
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
- Prakiraan Cuaca Kota Batu Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 17-23°C, Kecepatan Angin 3.1 m/s.
- Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya oleh Aremania, 24 Orang Diperiksa Polisi
"Tutupan awan di wilayah Surabaya dan Jawa Timur cukup sedikit, bahkan cenderung clear sehingga sinar matahari dapat menyinari permukaan bumi dengan cukup intensif," kata Rendy, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca panas mulai terasa sekitar tiga hari terakhir dan diperkirakan masih berlangsung hingga satu pekan ke depan karena Jawa Timur masih berada pada fase pancaroba atau masa peralihan musim.
"Biasanya kalau fase pancaroba ini bertahan selama satu minggu. Tapi satu minggu kemudian masih akan ada potensi pertumbuhan awan cukup signifikan sehingga turun hujan. Itu ciri-ciri masa peralihan atau pancaroba," ujarnya.
Berdasarkan pengamatan BMKG dari 12 stasiun cuaca di Jawa Timur, suhu maksimum saat ini berkisar antara 33 hingga 34 derajat celsius. Pengamatan tersebut dilakukan di wilayah Tanjung Perak, Surabaya, yang dikenal memiliki suhu panas maksimum.
Sementara itu, intensitas paparan sinar ultraviolet (UV) tertinggi umumnya terjadi pada pukul 11.00 hingga 13.00 WIB.
"Paparan UV tertinggi biasanya antara jam 11.00 WIB hingga jam 13.00 WIB siang. Itu yang paling panas dan dampaknya ke kulit akan lebih berbahaya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






