Wakil Koordinator Bidang Ekosistem Ekonomi Haji PPIH Arab Saudi, Tri Hidayatno
Ia menjelaskan makanan dapat disantap dengan cara membuka kemasan lalu menuangkannya ke wadah yang tersedia.
“Untuk cara makannya bapak ibu nanti tinggal mensobek. Disini ada sobekan kecil nah ini tinggal disobek, kemudian bapak ibu tuangkan di mangkuk plastik yang tersedia,” katanya.
Tri mengingatkan agar paket makanan tersebut dikonsumsi di hotel di Makkah dan tidak dibawa ke Armuzna.
“Jadi mungkin bapak ibu sekalian sudah menerima paket-paket makanan, tapi tolong diingatkan bahwa paket makanan ini digunakan untuk di tanggal 7, 8, dan 13 Dzulhijjah,” ucap Tri.
Ia menegaskan, pada tanggal tersebut jemaah tidak mendapatkan layanan makanan siap saji atau fresh meal karena adanya penutupan sejumlah akses transportasi dan layanan shuttle menjelang puncak haji.
Tri juga mengimbau jemaah tetap sarapan sebelum berangkat menuju Arafah pada 8 Dzulhijjah agar kondisi fisik tetap terjaga selama menjalani rangkaian ibadah Armuzna.
Meski demikian, Tri memastikan jemaah tetap memperoleh layanan konsumsi saat berada di Armuzna yang disediakan oleh syarikah.
“Nanti ketika di armuzna Bapak Ibu juga akan mendapatkan Makanan yang tersendiri Yang disediakan oleh syarikah Bentuknya juga ready to eat juga," tuturnya.
Tri juga mengimbau jemaah tidak membawa paket makanan dari hotel ke Armuzna karena dapat menambah beban bawaan.
“Boleh bisa Tapi nanti akan memberatkan Satu memberatkan Karena sebetulnya yang tasnya bisa diisi yang lain Malah justru membawa makanan,” ucapnya. (msn/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




