Mulyani saat berada di kandang ayam miliknya. Foto: Ist
Saat ini, Mulyani memiliki populasi sekitar 50 ribu ekor ayam petelur dengan produksi harian mencapai 1,7 ton. Namun hasil produksi melimpah tidak sebanding dengan kondisi pasar yang lesu.
"Sekarang telur di gudang sampai numpuk puluhan ton karena permintaan menurun," ucapnya.
Menurut dia, agen dari Surabaya hingga Jawa Tengah yang biasanya rutin mengambil telur kini mengurangi pembelian karena daya beli masyarakat menurun. Akibatnya, stok di gudang peternak semakin menumpuk dan distribusi berjalan lambat.
Mulyani juga berharap pemerintah memperhatikan stabilitas harga telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar hasil produksi peternak lokal lebih banyak terserap.
"Program tersebut seharusnya bisa menjadi salah satu solusi untuk menyerap hasil produksi telur peternak lokal. Kami berharap telur juga bisa lebih banyak terserap," pungkasnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




