Ilustrasi
Pembangunan jaringan air bersih oleh pemerintah desa serta perluasan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bojonegoro dinilai mampu menekan risiko kekeringan.
Namun, BPBD mengingatkan seluruh pihak agar tetap waspada terhadap potensi perubahan kondisi di lapangan.
"Data mitigasi ini belum bisa memastikan jumlah akhir desa terdampak. Masih ada kemungkinan terjadi penambahan maupun pengurangan, tergantung kondisi di lapangan," jelasnya.
Heru menambahkan, prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan potensi musim kemarau yang lebih ekstrem pada tahun ini.
"Berdasarkan prediksi BMKG, tahun ini berpotensi terjadi musim kemarau yang lebih ekstrem. Karena itu, kami memperkirakan jumlah desa yang mengalami kekeringan bisa bertambah," ungkap Heru.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini.
"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih hemat dan bijak dalam menggunakan air, karena kondisi cuaca tahun ini diprediksi lebih parah dibandingkan tahun lalu," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




