Ringkasan Berita
- BNN RI berhasil mengungkap gudang penyimpanan ganja seberat 3,37 ton di kawasan pergudangan Cerme, Gresik.
- Direktur YLBH Fajar Trilaksana menyatakan temuan ini sebagai ancaman serius bagi generasi muda dan mencederai marwah Gresik sebagai kota santri yang dikenal dengan tradisi keagamaan dan pesantren.
- YLBH FT mengapresiasi pengungkapan BNN, namun mendesak agar penyidikan dilanjutkan untuk membongkar jaringan hingga bandar, pendana, dan pembeking utama, termasuk menyita asetnya berdasarkan UU TPPU.
- Lembaga tersebut mendesak penegakan hukum maksimal sesuai UU Narkotika No. 35/2009 dan melibatkan ulama, pesantren, serta tokoh masyarakat sebagai benteng pencegahan peredaran narkoba di Gresik.
GRESIK,BANGSAONLINE.com - Direktur YLBH Fajar Trilaksana (FT) Andi Fajar Yulianto merespons pengungkapan gudang penyimpanan ganja seberat 3,37 ton oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI di kawasan Pergudangan Prambanan Bizland, Kecamatan Cerme.
Fajar menyampaikan keprihatinannya atas ditemukannya ribuan kilogram ganja di wilayah yang dikenal sebagai Kota Santri tersebut.
" Keprihatinan mendalam atas terbongkarnya gudang ganja 3,37 ton di wilayah Gresik kota santri ini," ujar Fajar kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (2/7/2026).
Menurut Fajar, pengungkapan ganja seberat 3,37 ton itu merupakan ancaman serius terhadap generasi muda sekaligus mencederai marwah Gresik sebagai daerah yang dikenal dengan tradisi keagamaan, pesantren, dan pendidikan Islam.










