YLBH FT Desak BNN Bongkar Bandar di Balik Gudang Ganja 3,37 Ton di Gresik

Ringkasan Berita
  • BNN RI berhasil mengungkap gudang penyimpanan ganja seberat 3,37 ton di kawasan pergudangan Cerme, Gresik.
  • Direktur YLBH Fajar Trilaksana menyatakan temuan ini sebagai ancaman serius bagi generasi muda dan mencederai marwah Gresik sebagai kota santri yang dikenal dengan tradisi keagamaan dan pesantren.
  • YLBH FT mengapresiasi pengungkapan BNN, namun mendesak agar penyidikan dilanjutkan untuk membongkar jaringan hingga bandar, pendana, dan pembeking utama, termasuk menyita asetnya berdasarkan UU TPPU.
  • Lembaga tersebut mendesak penegakan hukum maksimal sesuai UU Narkotika No. 35/2009 dan melibatkan ulama, pesantren, serta tokoh masyarakat sebagai benteng pencegahan peredaran narkoba di Gresik.

"3,37 ton ganja bukan angka kecil. Barang haram sebanyak itu potensi merusak ratusan ribu jiwa anak muda, santri, dan pelajar. Kami memandang temuan ganja ini bukan sekadar kejahatan biasa. Ini kejahatan luar biasa yang mengancam sendi-sendi ketahanan sosial dan moral masyarakat dalam menyambut bonus demografi," bebernya.

Meski demikian, Fajar mengapresiasi keberhasilan BNN RI mengungkap kasus tersebut.

Namun, ia menilai pengungkapan itu harus diikuti dengan pembongkaran jaringan peredaran narkotika hingga ke aktor utamanya.

"Kami mengapresiasi kerja keras BNN yang berhasil mengungkap jaringan ini. Namun pengungkapan saja tidak cukup," tandasnya.