Disbudpar Bojonegoro Pamer Ratusan Macam Fosil, Ada Fosil Gajah hingga Tembikar

Disbudpar Bojonegoro Pamer Ratusan Macam Fosil, Ada Fosil Gajah hingga Tembikar LIHAT: Kabid Pelestarian dan Pengembangan Budaya, Disbudpar Bojonegoro, Suyanto saat melihat fosil gajah di ruangannya. foto: eky nurhadi/ BANGSAONLINE

Ceritanya, pada jaman dahulu di wilayah Kalitidu dan sekitarnya ada sebuah danau, juga sungai yang mengalir ke hilir yang saat ini menjadi Sungai Bengawan Solo. Diduga, pada masa itu hewan-hewan banyak berkumpul di sekitar danau itu untuk mencari makan juga meminum air. "Karena di sekitar Kalitidu itu banyak ditemukan fosil-fosil hewan, seperti buaya, gajah, rusa juga hewan lainnya," terangnya.

Sementara di wilayah Kecamatan Margomulyo banyak ditemukan fosil manusia juga tembikar atau perabotan rumah tangga. "Ini menunjukan bahwa pada masa itu ada kehidupan di sekitar Margomulyo," jelasnya.

Sedangkan, lanjut dia, di Kecamatan Temayang ceritanya dahulu ada sebuah laut purba. Itu diketahui karena banyak temuan fosil hewan laut di sekitar Temayang. Selain itu juga banyak ditemukan benda cagar budaya seperti, kapal, perahu dan benda lainnya.

"Rata-rata fosil yang ada di sini merupakan temuan warga sekitar. Kemudian diserahkan kepada kami dan kita kasih uang ganti rugi," ucapnya.

Dari semua fosil yang ada, fosil gajah yang selama ini paling dilihat masyarakat Bojonegoro. Fosil gajah yang ditemukan itu diantaranya berupa gading, kepala serta beberapa jenis tulang gajah. Sayangnya, masyarakat hanya bisa mengetahui sedikit cerita dan jenis-jenis fosil yang ada. Sebab, jenis dan cerita fosilnya masih dalam tahap penyusunan.

"Tanggal 7 besok sudah jadi buku dan nama-nama serta cerita fosilnya," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO