BUMD Bangkalan Bidik Bisnis Migas hingga SPBU

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Usai merampungkan pembenahan internal selama dua setengah tahun, BUMD Kabupaten Bangkalan, PT Sumberdaya Bangkalan (Persero), kini melangkah ke fase baru. Perusahaan daerah tersebut mulai melancarkan ekspansi bisnis dengan membidik sektor-sektor strategis, mulai dari industri minyak dan gas bumi (migas), jasa penunjang migas, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Direktur Utama PT Sumberdaya Bangkalan (Persero), Yuda Alihamsyah, menjelaskan bahwa transformasi ini merupakan langkah strategis untuk mengubah citra BUMD. Perusahaan kini tidak lagi bergantung pada penyertaan modal pemerintah daerah, melainkan didorong menjadi entitas mandiri yang mampu mencetak keuntungan secara berkelanjutan.

Ia mengungkapkan, masa awal kepemimpinannya diisi dengan pembenahan menyeluruh terhadap aspek hukum, penyusunan Standard Operating Procedure (SOP), regulasi internal, hingga penataan laporan keuangan.

“Pembenahan itu berlangsung cukup lama. Kami berproses sekitar dua tahun setengah,” ujar Yuda saat diwawancarai HARIAN BANGSA.

Menurutnya, kesehatan keuangan dan kepastian hukum merupakan fondasi utama untuk membangun kepercayaan investor serta mitra bisnis. Setelah konsolidasi internal rampung, BUMD berfokus menciptakan mesin bisnis yang kompetitif.

“Tidak hanya target PAD secara pembukuan, tetapi kami juga setiap tahun memberikan kontribusi,” tegasnya.

Untuk mengeksekusi rencana tersebut, BUMD akan menerapkan skema holding dan anak perusahaan. Model ini memungkinkan setiap anak usaha fokus pada lini bisnis masing-masing, sementara keuntungannya akan mengalir ke holding untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD).

Letak geografis Bangkalan yang berdekatan dengan pusat aktivitas migas di utara Madura menjadi peluang besar. Keterlibatan daerah akan dioptimalkan melalui dana bagi hasil (DBH), participating interest (PI) 10 persen, hingga penyediaan jasa penunjang dan vendor kontraktor.

Salah satu terobosan utama yang disiapkan adalah menyulap kawasan Telaga Biru, Kecamatan Tanjung Bumi, menjadi basis logistik dan pendukung (shorebase) industri migas di perairan Madura.

“BUMD planning shorebase di Telaga Biru Tanjung Bumi, sehingga kebutuhan logistik di wilayah migas bisa ditangani oleh Bangkalan. Mengingat saat ini shorebase migas PHE WMO ada di Lamongan,” jelas Yuda.

Gagasan ini mendapat respons positif dari pasar. Yuda membeberkan sudah ada tiga investor asing yang berminat menjalin kerja sama untuk membangun dan meningkatkan fasilitas di kawasan tersebut.

“Sudah ada tiga investor yang berminat untuk meng-upgrade,” katanya.

Keberadaan shorebase di tanah sendiri diproyeksikan mampu menggeser perputaran ekonomi ke Bangkalan sekaligus menghemat biaya operasional industri hingga miliaran rupiah.

Saat ini, BUMD mengelola aset dan modal sekitar Rp39 miliar yang bersumber dari hasil usaha dan PI PHE WMO. Dari sisi kinerja penerimaan daerah, PT Sumberdaya Bangkalan tercatat telah menyetor kontribusi PAD sekitar Rp7 miliar sepanjang rentang 2023 hingga 2025.

“Kalau kita bisa memberi, daripada kita meminta. Saya berharap seperti itu sehingga kemandirian ini bisa terwujud,” tutur Yuda.

Selain sektor migas, BUMD juga merambah bisnis retail energi melalui pembangunan SPBU di kawasan Skep, Bancaran, yang saat ini tengah menyelesaikan tahap administrasi, sertifikasi, serta penetapan dari Pertamina.

Langkah ekspansif ini menandai babak baru kepemimpinan jajaran direksi PT Sumberdaya Bangkalan pascapelantikan Yuda Alihamsyah sebagai Direktur Utama untuk periode kedua, didampingi M. Syarifuddin (Direktur Produksi dan Pemasaran) serta Tajuz Suhud (Direktur Keuangan), Senin (31/8/2026). (uzi/rev)