ilustrasi
SUMENEP, BANSAONLINE.com – Warga yang hidup di wilayah pesisir di Kabupaten Sumenep diimbau hati-hati dalam melewati musim hujan kali ini. Pasalnya, wilayah pesisir sangat berpotensi terjadi angin kencang dan puting beliung. Wilayah pesisir dimaksud di antaranya Kecamatan Pasongsongan, Kecamatan Ambunten, Kecamatan Dasuk, Dungkek, Kalianget, Saronggi, Bluto, dan Kecamatan Pragaan.
Kasi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Kamiluddin, memaparkan bahwa di wilayah tersebut sangat berpotensi angin kencang, sesekali puting beliung juga menghantam. Karenanya, warga diimbau tidak lengah terhadap kemungkinan yang terjadi akibat angin kencang dan puting beliung itu.
BACA JUGA:
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
“Segalanya mungkin saja terjadi akibat datangnya angin kencang dan puting beliung yang bisa tiba-tiba itu,” jelas Kamil, Minggu (3/1).
Selain di wilayah itu, lanjut Kamil, ada juga wilayah lain yang berpotensi digulung angin kencang dan puting beliung. Wilayah tersebut di antaranya Kecamatan Sapeken, Pulau Kangean, dan Kecamatan Lenteng.
“Meski di Kecamatan Lenteng bukan wilayah pesisir, tapi di sana juga berpotensi angin kencang. Oleh sebab itu, masyarakat di sana diharapkan waspada. Karena datangnya angin kencang tidak diduga sebelumnya,” ujar Kamil.
Berdasarkan catatan BPBD Sumenep, angin kencang terjadi sebanyak 54 kali, sementara puting beliung sebanyak 3 kali. Tapi dari semua kejadian itu, tidak ada satu korban jiwa pun. (smn2/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




