Atasi Macet di Bundaran Dolog, Dishub Siapkan Rekayasa

Atasi Macet di Bundaran Dolog, Dishub Siapkan Rekayasa Polisi saat melakukan pengaturan arus lalu lintas di Bundaran Dolog jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin lalu. foto: suarasurabaya.net

"Otomatis, semua rekayasa lalu lintas, baik perambuan, permarkahan, dan papan informasi penunjuk jalan harus menunggu bangunan fisik selesai. Minimal sampai Injoko," katanya.

Meski demikian, Wahyu mengatakan rekayasa lalu lintas sebenarnya sudah dilakukan sebagian. Bersama Kepolisian dan Satpol PP, Dishub mengatur jalur mana yang bisa dibuka dan ditutup.

"Tidak bisa kami buka semua, karena akan bottle neck di bangunan-bangunan yang belum terbebaskan. Yang sudah kami fungsikan untuk mengurangi beban jalan depan Hotel Pavilio sampai ke Injoko," ujarnya.

Dishub juga tidak bisa memutuskan untuk menutup semua ruas yang belum tuntas itu. "Karena masih ada tempat usaha yang harus kita fasilitasi," ujarnya.

Selain itu, akses jalan menuju Menanggal serta ke Masjid Agung Surabaya adalah ruas yang harus dibuka oleh Dishub. Sistem yang diberlakukan pun buka tutup.

Adapun beberapa persil di Frontage Road Barat yang belum terbebaskan, yang paling utama adalah SPBU di Jalan Ahmad Yani. "Itu krusial," kata Irvan.

Selain itu, persil lainnya adalah kantor Dolog dan dinas pertanian, sebagian lahan Polda Jatim, serta Universitas Bhayangkara. (sby2/ssn)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO