“Tiga tokoh itu mewakili unsur sebagai representasi tapal kuda. Baik dari ketokohan maupun latar belakang,” papar Dahlan.
Di luar tiga tokoh itu, Dahlan menyebut Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Said Abdullah, anggota DPR RI asal Sumenep dan Rendra Kresna, Bupati Malang dua periode yang merupakan putra Madura juga punya kans untuk bisa mendulang suara di tapal kuda. Alasannya sederhana, tapal kuda itu meski bukan pulau Madura tapi bahasa dan kesehariannya persis dengan masyarakat Madura.
“Kalau tidak bisa bahasa Madura, bagaimana mau berkomunikasi apalagi mendekati masyarakat di tapal kuda. Itu contoh paling simple,” imbuh eksponen HMI keturunan Madura ini.
Dahlan melanjutkan, kalau tapal kuda digarap sebaiknya juga sepaket dengan Madura. Dengan begitu hasil yang didapat akan jauh lebih maksimal. Namun bukan berarti mengabaikan wilayah Pantura, Mataraman, Arek dan lainnya. Namun prioritas sangat penting dalam politik apalagi konteks pemilihan kepala daerah.
“Paling tidak, cagub mendatang harus menggandeng tokoh Madura sebagai pendamping. Sebab orang Madura tersebar di mana-mana di Jawa Timur, bahkan sampai Jakarta, Kalimantan dan Timur Tengah. Banyak di antara mereka yang masih ber-KTP Jawa Timur. Ini jelas sebuah potensi besar dan mereka akan cenderung memilih pasangan yang ada unsur Madura,” pungkas mantan Ketua Komisariat HMI Unair ini. (mdr)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




