Pemkab Berharap Seluruh Petani Tuban Ikut Asuransi Pertanian

Pemkab Berharap Seluruh Petani Tuban Ikut Asuransi Pertanian AJAK PETANI BERKEMBANG: Hj Mustarikah saat ditemui di ruang kerjanya. foto: suwandi/ BANGSAONLINE

“Sampai saat ini jika petani gagal panen hanya mendapat ganti rugi bibit. Akan tetapi, jika mengikuti asuransi, maka akan mendapat ganti rugi uang sebesar Rp 6 juta,” jelasnya.

Masih kata Mustarikah, sesuai data Dinas Pertanian dan Peternakan Tuban, wilayah yang lahan pertanian rawan terdampak bencana banjir yakni Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang dan Widang karena berada di aliran sungai Bengawan Solo. Sedangkan, sawah rawan bencana kekeringan yaitu Tambakboyo, Bancar, Jatirogo dan sekitar daerah pegunungan.

“Kami sudah mengantongi wilayah-wilayah mana saja yang rawan terkena dampak bencana, jadi petani yang berada di wilayah tersebut diharapkan mengikuti asuransi ini,” jelasnya.

Sementara itu, Wartono (28) petani asal Desa Tengger Kulon, Kecamatan Bancar, Tuban berharap, asuransi pertanian ini tidak dipermainkan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia meminta pemerintah ikut mengawal program pro petani ini.

"Dikhawatirkan program ini dimanfaatkan sebagian orang yang hanya memetik keuntungan semata. Sebagai contoh, selama menjadi petani, sampai saat ini saya belum sekali pun diberi informasi terkait ganti rugi bibit maupun informasi lainnya baik dari ketua Poktan maupun UPTD setempat," keluhnya.

Berdasarkan pengalaman itu, Wartono meminta pemkab mengawal program ini sampai ke bawah. (wan/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO