JEMBER, BANGSAONLINE.com - Bupati Jember, dr. Faida akhirnya menganulir sendiri janjinya untuk menjadikan bandara Notohadinegoro sebagai embarkasi dan debarkasi haji. Bupati hanya menargetkan bandara milik Pemkab Jember itu menjadi embarkasi dan debarkasi haji antara.
Hal ini disampaikan Bupati saat menemani Dirjen Imigrasi untuk meninjau kondisi bandara Notohadinegoro, Jumat (1/4) siang.
BACA JUGA:
- Penerbangan Jember-Jakarta Resmi Jadi Layanan Tetap
- Jember Buka Rute Udara ke Jakarta, Bandara Notohadinegoro Siap Beroperasi September
- Bandara Notohadinegoro Siap Soft Launching, Target Terbang Komersial Akhir Agustus 2025
- Penerbangan Perdana Jember-Jakarta Siap Diluncurkan 17 Agustus dari Bandara Notohadinegoro
Kepada sejumlah wartawan Bupati menjelaskan, pihaknya tetap berupaya merubah status Bandara Notohadinegoro dari kelas tiga menjadi kelas dua internasional. "Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk menjadikan Bandara Notohadinegoro sebagai embarkasi dan debarkasi haji sementara," katanya.
Dengan jumlah jamaah Haji di Kabupaten Jember yang mencapai 2000 jamaah setiap tahunnya, menurut Bupati sudah memenuhi syarat untuk menjadi embarkasi dan debarkasi antara.
Diberitakan sebelumnya, dalam diskusi publik yang diselenggarakan PWI Kabupaten Jember hari Kamis (31/3) kemarin, Kepala Dishub Pemkab Jember, Isman Sutomo mengatakan, sangat sulit mewujudkan janji kerja Bupati Jember untuk menjadikan Bandara Notohadinegoro sebagai embarkasi dan debarkasi haji. Selain perijinannya yang cukup rumit, kondisi geografis bandara yang dikelilingi perbukitan mempersulit take off dan landing pesawat jenis air bus. (jbr1/yud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




