Dirjen Pertanian Kunjungi Bojonegoro, Amankan Gabah Petani

Dirjen Pertanian Kunjungi Bojonegoro, Amankan Gabah Petani Staf Bulog Sub Divre III dan beberapa staf Dirjen Pertanian RI saat mengecek kandungan air pada gabah petani di Kanor. foto: eky nurhadi/ BANGSAONLINE

Mulai hari ini juga, pihaknya meminta Bulog Sub Divre III untuk melakukan pembelian gabah ke petani dengan harga di atasnya. Ia melarang para tengkulak untuk membeli gabah petani dengan harga di kisaran Rp 3.200 sampai Rp 3.400 per kilogramnya.

"Danramil (komandan koramil) dan Bulog sudah diminta sama pak Dandim untuk mengunci dan mengikat harga gabah para petani yang akan panen, supaya gabahnya tidak dibeli para tengkulak," tandasnya.

"Tengkulak tidak boleh masuk ke wilayah yang sedang panen. Nomer satu pemerintah (yang membeli gabah,red) yang kedua baru yang lain," ujarnya.

Sementara itu, Kadisperta Bojonegoro, Ahmad Djupari mengatakan, pada bulan April ini pertanian padi yang siap panen seluas 39.000 hektare. Sedangkan pada bulan Maret kemarin seluas 21.000 hektare. Ia mengakui jika pada bulan Maret kemarin harga gabah rendah, selain itu rata-rata jug dibeli oleh para tengkulak.

"Mulai awal bulan ini (April), gabah petani akan diserap langsung oleh pemerintah melalui Bulog, harganya pun lebih tinggi antara Rp 3.550 sampai Rp 3.600 per kilogramnya. Sebelumnya hanya Rp 3.400," urainya.

Sementara itu, target serapan gabah dari petani yang dibebankan pemerintah kepada Bulog Bojonegoro baru terserap sekitar 40%. Bulog jarang membeli gabah petani karena alasannya kualitasnya jelek. (nur/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO