Penebas melon saat menyortir buah. foto: suwandi/ BANGSAONLINE
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Hasil panen buah melon di wilayah Kabupaten Tuban semakin menurun. Pasalnya, saat musim panen tiba melon tersebut diserang hama lalat buah.
Seperti yang dikeluhkan penebas buah melon, Markijan (44) warga asal Desa Kablukan, Kecamatan Bangilan, Tuban. Ketika menebas buah melon di Desa Wanglu Wetan, Kecamatan Singgahan, Minggu (24/4). Dikatakannya, hasil panen melon musim ini hanya berkisar 6 sampai 7 ton. Sedangkan, jika hasil panen melimpah biasanya mencapai 14 ton.
BACA JUGA:
- Harga Pupuk Subsidi Turun, Ketua DPRD Tuban Minta Kios dan PPTS Pasang Daftar Harga
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Kepala DKPPP Tuban Minta Semua PPTS/Kios Patuhi HET Terbaru
- Peduli Tani Hutan Sekitar Perusahaan, SIG Pabrik Tuban Serahkan Bantuan Sumur Bor
- PLTU Tuban Siap Serap Limbah Hasil Pertanian Jagung untuk Bahan Baku Biomassa Co-Firing
“Melon berdaging merah ini dibeli dari petani Rp 900 ribu per buah,” terang bapak beranak dua ini.
Ia menerangkan, hasil tebasannya tersebut akan dikirim dan dijual lagi pada distributor buah di Jakarta. Biasanya sekali berangkat mengirim 2 truk. Sedangkan, jika sudah dikirim ke Jakarta harganya sudah mencapai dua kali lipat dari harga di petani. Namun, tidak semua buah melon bisa terkirim, karena masih disortir terlebih dahulu.
“Kita kocok dulu, kemudian diketuk, apakah terdengar kosong dan enteng. Kalau itu terbukti, maka buahnya bisa busuk karena diserang lalat buah,” ungkapnya.
Ia berharap, Dinas Pertanian segera menindaklanjuti keluhan yang dialami petani melon. “Biar petani tidak terus merugi,” pintanya. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




