Massa ketika tiba di depan gedung DPRD Sumenep. foto: rahmatullah/ BANGSAONLINE
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Indonesia (ALPI) melakukan aksi di gedung DPRD Sumenep, Jum'at (20/5). Mereka mendesak Komisi IV segera memanggil pimpinan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk dilakukan klarifikasi soal dugaan penyelewengan dana pembanguan kantor baru Disdik senilai Rp 3,5 miliar.
Koordinator aksi, Nurul Arifin, dalam orasinya menegaskan ada indikasi kongkalikong antara rekanan dengan Disdik dalam pekerjaan pembanguan gedung baru tersebut. Menurut Nurul, rekanan tersebut sebelumnya bermasalah, tapi ternyata tetap diberikan peluang untuk mengerjakan proyek senilai Rp 3,5 miliar itu.
BACA JUGA:
"Kami mencium adanya upaya bekerjasama untuk melakukan hal tidak benar antara rekanan dengan Disdik," ungkapnya.
Dikatakan Nurul, pekerjaan pembangunan gedung baru itu sempat dihentikan karena bermasalah. Tapi anehnya rekanan tersebut rupanya tetap diberikan kepercayaan melanjutkan pekerjaan. Padahal, kata Nurul, jika sudah diketahui bermasalah, mestinya rekanan tersebut diblacklist dari daftar rekanan yang bisa menggarap proyek.
Fakta itu, Nurul menambahkan, merupakan indikasi kuat adanya persekongkolan antara Disdik dengan rekanan, sehingga pekerjaan tetap dilanjutkan meski rekanan diduga bermasalah.
"Dengan adanya ketidakberesan ini, kami desak pimpinan Disdik segera menanggalkan jabatannya," tegasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




