Edwin Endra Praja
KOTA MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - DPRD Kota Mojokerto dibuat gemas eksekutif. Lembaga wakil rakyat itu tampak kaget begitu mengetahui rapor kerja mitranya pada triwulan II yang menunjuk angka merah.
"Ini parah, serapan PU (Dinas Pekerjaan Umum) baru 13 persen. Secara umum juga jauh di bawah target," cetus Edwin Endra Praja, politisi Gerindra di komisi II, Kamis (21/7).
Selaku partner Edwin mengaku prihatin dengan menurunnya etos kerja Pemkot Mojokerto. "Kami prihatin. Kejadian ini mengulang kasus yang sama di tahun 2015 lalu. Dan faktanya, kami belum menemukan obyek pembangunan satu pun kecuali Rejoto dan GMSC," sesalnya.
Edwin mengaku mencium gelagat turunnya ritme kerja beberapa SKPD terutama DPU. Ia mengaku mencoba menghubungi Kadis PU untuk menemukan kendala yang dihadapi namun meleset.
Meski secara umum serapan APBD TA 2016 sampai akhir 30 Juni baru 36,16 persen dari nilai Rp 1.007.722.667.300, sejumlah SKPD melampaui target. Seperti Balitbang, Dispenduk (62,92 persen), Kecamatan Prajurit Kulon (62,29 persen) dan Kecamatan Magersari (60,40 persen) , Pol PP dan BKBPP (55 persen).
Kepala BKBPP, Moch Imron memastikan serapan instansinya pada triwulan ke 4 bisa 100 persen. "Kami optimis sampai 100 persen pada triwulan ke 4 karena capaian yang sama terpenuhi sejak awal. Yakni triwulan 1 25 persen triwulan 2 55 persen triwulan 3.... triwulan 4 100 persen," katanya.
Seperti diketahui, target serapan anggaran sejumlah SKPD di Kota Mojokerto lagi-lagi meleset. Sampai akhir 30 Juni lalu, pengeluaran belanja pemerintah setempat baru tercatat 36,16 persen.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




