KH Mas Subadar Besuk Pasuruan Wafat, Gubernur Jatim Dijadwalkan Melayat

KH Mas Subadar Besuk Pasuruan Wafat, Gubernur Jatim Dijadwalkan Melayat KH Mas Subadar.

Warga NU sangat kehilangan dengan meninggalnya tokoh kharismatik ini. Ia berharap, sebagai generasi muda NU, sikap dan tingkah laku Kiai Mas Subadar patut diteladani.

"Sekarang tinggal bagaiman generasi muda NU meneruskan perjuangan beliau," ujarnya.

KH Mas Subadar, dikenal sering mengemban tugas-tugas khusus di organisasi. Di forum kiai, KH Mas Subadar sering ditunjuk sebagai juru bicara. Sikapnya yang teguh dan senantiasa berpegang teguh pada koridor kajian fiqh klasik itulah yang menyebabkan sering dilibatkan dalam bahstul masa’il yang diselenggarakan NU.

Tutur katanya juga halus, argumentatif, dan mampu menyesuaikan diri dengan bahasa masyarakat yang dihadapi. Ini membuat masyarakat di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur sering mendatangi pengajian yang diisinya. Mereka tertegun menyimak ceramah dan orasinya.

KH Mas Subadar lahir pada 1942 di desa Besuk, Kejayan, dari pasangan KH Subadar dan Hj. Maimunah. Pada usia 3 bulan, ia yatim karena ditinggal wafat sang ayahanda, KH Subadar. Sehingga ia banyak belajar mandiri dengan diasuh oleh ibundanya yakni Hj. Maimunah. Perjalanan politik Kiai Mas Subadar cukup panjang. Ia pernah menjadi Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jatim saat Choirul Anam (Cak Anam) jadi ketua Tanfidziah DPW PKB Jatim. Kemudian keluar dari PKB dan mendirikan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) bersama Cak Anam dan kiai-kiai di Jawa Timur. Terakhir dikabarkan pindah ke PPP. Dalam Muktamar NU ke-33 yang panas dan penuh sengketa Kiai Subadar menjadi salah satu Rais Syuriah PBNU.

Sumber: okezone.com/viva.co.id dan berbagai sumber

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Penuhi Air Bersih Warga, Pemdes Krandegan Sukseskan Program SPAM dari PUPR':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO