GRESIK, BANGSAONLINE.com - Tata kelola pemerintahan dan birokrasi suatu pemerintahan bisa dibilang baik, bila salah satu variabelnya, yakni teamwork (kerjasama) juga berjalan dengan baik di antara para pemangku kebijakan.
Untuk mewujudkan teamwork yang baik, tentu dibutuhkan loyalitas seorang bawahan kepada pimpinan. Artinya, seoarang bawahan sebisa mungkin harus bisa menjaga marwah (kewibawaan) pimpinannya.
BACA JUGA:
Namun demikian, tak bisa dipungkiri sepandai apapun seorang pemimpin dalam mengendalikan bawahannya, terkadang langkah pemimpin tersebut masih dianggap tidak fair atau tidak bijak. Padahal pemimpin tersebut sudah berupaya berlaku adil dan bijak terhadap bawahannya.
Kondisi seperti inilah yang kerap membuat seorang oknum bawahan (pejabat) nekat membongkar kasus dan melaporkan pimpinannya ke pihak berwajib untuk merongrong kewibawaannya. Kondisi ini kadang juga dilakukan untuk tujuan tertentu yang bisa menguntungkan si pelapor.
Berdasarkan penelusuran Bangsaonline.com, di era pemerintahan Bupati-Wabup Gresik SQ (Sambari Halim Radianto-Moh.Qosim), beberapa pejabat kerap nekat melempar kasus ke pihak berwajib untuk merongrong kewibawaan SQ. Dalih oknum pejabat tersebut bermacam-macam. Biasanya oknum tersebut ingin mendapatkan suatu jabatan.
Namun ada juga oknum pejabat yang nekat lakukan tindakan tak terpuji tersebut untuk membuat gaduh roda pemerintahan. Bahkan, juga ada oknum pejabat yang memiliki motivasi unsur dislike (ketidaksukaan).
"Saya sengaja lempar kasus tersebut karena keinginan saya untuk bisa menduduki suatu jabatan tidak terwujud," kata seorang pejabat kepada Bangsaonline.com baru-baru ini.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




