Suasana di salah satu kantor SKPD. foto: syuhud almanfaluti/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - PNS (Pegawai Negeri Sipil) di lingkup Pemkab Gresik sebagai abdi negara, pelaksana peraturan perundang-undangan kepegawaian, loyalitasnya benar-benar diuji. Sebab, demi misi pribadi, ambisi jabatan, bahkan mengeruk pundi-pundi pendapatan, berbagai cara tak terpuji pun terpaksa mereka lakukan.
Kondisi inilah yang kerap menimbulkan ketidak-kompakan pejabat di SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Kepala SKPD tidak kompak dengan sekretaris, dengan kepala bidang dan seterusnya. Kemudian, kepala bidang tidak kompak dengan kepala bidang dan seterusnya. Dampaknya, di beberapa SKPD di lingkup Pemkab Gresik diketemukan friksi-friksi.
BACA JUGA:
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
- Sekda dan Kepala Disperta Gresik Pensiun, 5 Jabatan Eselon II Kosong
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
"Kubu-kubuan pejabat pun tidak bisa dielakkan di suatu SKPD," kata pejabat eselon III di salah satu SKPD kepada Bangsaonline.com, Rabu (12/10).
Menurut ia, kubu-kubuan yang terjadi di SKPD mengakibatkan pejabat satu dan pejabat lain kerap menimbulkan distrust (tidak saling mempercayai). "Kondisi ini sangat membahayakan keutuhan dan kekompakan dalam kinerja, mensukseskan program dan tatanan birokrasi," terangnya.
Ia berharap, friksi kubu-kubu di sejumlah SKPD di lingkup Pemkab Gresik ini merembet ke SKPD lain. "Sehingga, kondisi tidak pantas itu akan berimbas buruk terhadap kinerja dan capaian kinerja SKPD dalam menjalankan program," terangnya.
Sementara Wakil Ketua Komisi A (membidangi kepegawaian) DPRD Gresik, Mujid Riduan menyatakan, kinerja pejabat di lingkup Pemkab Gresik dalam menjalankan program masih jauh dari harapan. "Kami akui mayoritas kinerja SKPD masih jauh dari harapan," katanya.
Ditegaskan Mujid, program di beberapa SKPD Pemkab Gresik masih banyak yang tidak sesuai target. Hal itu terlihat masih banyaknya SKPD yang tidak bisa menjalankan program dengan maksimal.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




