Tampilan asesoris dari clay. foto: istimewa
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Menik Kliwul adalah nama produk aksesoris milik Retty Setiawan (39) yang menyediakan kalung dan bros handmade berbahan tali nilon dan clay. Beberapa bulan terakhir, Retty mulai menerima pesanan dummy bermacam-macam bentuk dari berbagai rumah makan di Surabaya. Hal tersebut disampaikan Retty di rumahnya di Jl. Merah Merah Gg 4 No. 6 Kenjeran.
“Saya sudah menggeluti clay sejak lama, tetapi mulai menekuni kerajinan clay sejak tahun 2010 ketika mengikuti pelatihan pahlawan ekonomi. Clay biasanya saya gunakan untuk hiasan bros dan kalung pesta. Tetapi sejak beberapa bulan lalu saya menerima pesanan dummy dari teman-teman saya,” akunya.
Retty mengaku bahwa dia sudah mengerjakan pesanan beberapa jenis dummy yang berbeda, seperti makanan, kue dan saus. Saat ini dia sedang mengerjakan pesanan dummy berbentuk nasi bakar, yang semua bentuk seperti butiran nasinya pun harus sama.
“Saya sudah pernah membuat nasi empal, saus, kue ulang tahun. Sekarang saya sedang mengerjakan nasi bakar. Dan semua dummy yang saya buat, ukurannya harus sama persis dengan ukuran makanan aslinya. Wadah atau tempat makanan sudah disediakan oleh pemesan, tinggal saya yang isi dengan dummy dengan bentuk dan ukuran yang sama dengan contoh,” jelas Retty.
Harga dummy buatan Retty yang paling murah seharga Rp. 500 ribu. “Kisaran harga dummy mulai dari Rp. 500 ribu sampai dengan jutaan. Hal itu karena tingkat kesulitan dan bahan clay yang mahal,” aku Retty. Retty mengaku bahwa bahan clay impor mahal. Dia menyiasatinya dengan membuat bahan clay sendiri dengan tepung-tepungan. “Saya menggunakan tepung terigu, tepung beras, tepung maizena, dengan perbandingan 1 : 1 : 1, lem putih dan ditambah dengan pengawet biar gak jamuran,” paparnya.
Walaupun menerima pesanan dummy, Retty tetap membatasi pesanan dummy-nya karena dia harus fokus mengerjakan produk utamanya, yaitu kalung berbahan tali nilon yang dibulat-bulatkan sehingga membentuk bentuk yang diinginkan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




