Petani sedang memupuk padinya.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, Karjo, mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk menyelesaikan permasalahan petani yang saat ini kesulitan mendapatkan pupuk.
Sebab akhir-akhir ini, kata dia, Komisi B banyak mendapatkan laporan dari sejumlah kecamatan terkait kelangkaan pupuk. "Kasihan petani, waktunya mupuk malah pupuknya gak ada,” ungkap Karjo.
BACA JUGA:
- Hadiri Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Dicurhati Petani: Butuh Irigasi hingga Alat Pascapanen
- Pimpin Panen Raya Jagung 1,23 Juta Ton Serentak di Tuban, Presiden Prabowo Coba Combine Harvester
- Panen Raya Jagung di Tuban, Presiden Prabowo Puji Inovasi Pangan yang Dilakukan Polri
- Harga Pupuk Subsidi Turun, Ketua DPRD Tuban Minta Kios dan PPTS Pasang Daftar Harga
Untuk itu dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengumpulkan beberapa pihak, di antaranya distributor, produsen pupuk, dinas pertanian hingga kelomok tani untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Kita akan kumpulkan nanti semua yang berkaitan dengan pupuk, dari hulu sampai hilir," jelasnya.
Ia mengakui lahan pertanian di Kabupaten Tuban cukup luas, ditambah lagi lahan perhutani (Pesanggem) yang dimanfaatkan masyarakat. Sehingga, dari situ kebutuhan pupuk semakin tinggi serta bisa menambah alokasi pupuk menjadi besar.
"Tidak semua dapat dipenuhi, makanya ini yang kadang membuat pupuk langka," tandas politisi PDI-P tersebut.
Ia berharap, dalam pertemuan nanti ada solusi baru yang pro petani sehingga lebih bisa meningkatkan produksi tanaman pangan, baik jagung maupun padi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




