Jumat, 04 Desember 2020 15:11

Tim Cagar Budaya Diragukan, Pansus Konsultasi ke Dirjen Kemendikbud

Sabtu, 17 Desember 2016 19:08 WIB
Tim Cagar Budaya Diragukan, Pansus Konsultasi ke Dirjen Kemendikbud
Tim Cagar Budaya

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pansus Tim Cagar Budaya DPRD Surabaya, Jumat (16/12) melakukan konsultasi ke Direktorat Jendral Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan guna menggali informasi seputar tata aturan dan kompetensi Tim Cagar Budaya yang telah diusulkan pemerintah kota.

Anggota Pansus Tim Cagar Budaya, Adi Sutarwijono, mengungkapkan, sebanyak 6 calon tim cagar budaya yang diusulkan tersebut meliputi, Ketua Dr Ir Retno Hastijanti MT (Arsitektur), Sekretaris FA Missa Demettawati (Arkeolog), Ir Handinoto MT (Ahli Konstruksi Bangunan), Dr Purnaman Basundoro SS MHum (Pengamat Budaya) dan Prof Johan Silas (Ahli Tata Kota).

Ia mengatakan, pansus Tim Cagar Budaya akan mengundang para calon untuk mendalami kemampuan, kompetensi, sekaligus pandangan mereka tentang kecagarbudayaan di Surabaya. “Karena tim ini yang akan memberikan rekomendasi cagar budaya, maka penting untuk mengetahui kompetensi mereka,” terang Wakil ketua Komisi A, Jumat (16/12).

Adi berharap pertimbangan tim cagar budaya tak hanya berpegang pada persoalan peninggalan Belanda. Karena itu menurutnya sama saja dengan mengenang kolonialisme di masa lalu. Ia menegaskan, yang terpenting dari cagar budaya adalah dari seluruh peninggalan yang ada bisa dibaca proses pertumbuhan jati diri dan karakter kota Surabaya.

“Misal, Kampung-kampung wisata itu yang merupakan bangunan kuno dengan karakter Surabaya,” papar Politisi PDIP.

Kemudian, bagaimana sikap Tim Cagar Budaya terhadap bangunan cagar budaya yang cenderung mangkrak, bahkan tak terpelihara, seperti eks penjara Kalisosok yang sampai saat ini terlihat kumuh.

Pria yang akrab disapa Awi ini mengatakan, keputusan tim cagar budaya menjadi dasar penetapan bangunan atau kawasan cagar budaya atau bahkan menghapusnya. Sehingga, pemerintah kota tak bisa mengambil kebijakan sepihak terkait bangunan atau kawasan cagar budaya. Adi menilai pembentukan tim dilandasi oleh pertimbangan, bahwa pemerintah tak mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang kecagarbudayaan. “Makanya dipercayakan pada ahlinya,” tegas Adi.

Adi Sutarwijono mengungkapkan, Senin (19/12), Pansus Tim Cagar Budaya akan memanggil keenam calon. Pansus ingin mengenal mereka sebelum memberikan rekomendasi di forum rapat paripurna DPRD. Hearing dengan calon Tim cagar budaya tersebut dilaksanakan selama dua sesi. “Mulai Pk. 13.00 – 17.00 WIB, kita akan panggil empat orang anggota yang terbagi dalam dua sesi,” tandasnya

Selanjutnya, untuk dua orang anggota lainnya pelaksanaan dengar pendapat akan dilakukan, Selasa (20/12). Berdasarkan hearing di Komisi A, Pansus Tim Cagar Budaya akan mengeluarkan rekomendasi, apakah usulan anggota Tim Cagar Budaya bisa diterima seluruhnya, disetujui sebagian atau diubah komposisinya.

“Bisa jadi, pansus mengusulkan anggota yang dinilai mampu membangun leadership sebagai ketuanya,” pungkasnya. (lan/ros)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim...