Selasa, 14 Juli 2020 07:51

Bernilai Sejarah, DPRD Jatim Usulkan Langgar Gipo Menjadi Cagar Budaya

Rabu, 17 Juni 2020 16:11 WIB
Editor: .
Wartawan: M. Didi Rosadi
Bernilai Sejarah, DPRD Jatim Usulkan Langgar Gipo Menjadi Cagar Budaya
Anik Maslachah, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur. Foto kanan, Langgar Gipo.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Belakangan masyarakat ramai membicarakan tentang keberadaan Langgar Gipo, termasuk di media sosial. Pasalnya, langgar atau mushola yang berada di Kalimas Udik, sekitar kawasan religi Ampel itu memiliki nilai sejarah yang tinggi. Tidak hanya sejarah NU karena ada jejak KH. Hasan Gipo, Ketua Umum PBNU pertama, tapi juga bagi bangsa ini. Namun, kondisi Langgar Gipo saat ini kurang terawat.

Anik Maslachah, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur menaruh perhatian pada keberadaan Langgar Gipo. Menurut kader Muslimat NU ini, bila melihat nilai sejarahnya, Langgar Gipo ini adalah bangunan bersejarah atau bagian dari situs sejarah sehingga layak dijadikan cagar budaya.

"Langgar Gipo menjadi tonggak sejarah pengembangan keagamaan, sekaligus ruang diskusi melawan penjajah. Maka sudah sepatutnya pemerintah kota Surabaya menjadikannya sebagai cagar budaya," tutur Anik Maslachah, Rabu (17/6).

Politikus PKB ini mengungkapkan jejak sejarah bangunan Langgar Gipo begitu tinggi nilainya, mulai sebagai tempat ibadah, ruang diskusi (pengembangan ilmu, sosial, budaya, ekonomi), serta politik (strategi melawan penjajah). Bahkan pernah menjadi tempat asrama haji pertama, sebelum diberangkatkan dengan kapal laut melalui Pelabuhan Tanjung Perak.

Karena itu, pihaknya berharap pada Pemerintah Kota Surabaya intervensi melakukan revitalisasi dengan menfungsikan kembali Langgar Gipo sebagai tempat ibadah, sekaligus cagar budaya. Dengan begitu, dapat menjadi referensi sejarah yang bisa diketahui oleh seluruh masyarakat, sekaligus akan membuka akses perekonomian sekitarnya.

"Saya kira perlu dilakukan revitalisasi Langgar Gipo agar bisa dipergunakan kembali sebagai tempat ibadah. Sekaligus nantinya menjadi situs sejarah dan destinasi wisata yang nanti pengembangannya bisa sejalan dengan kawasan wisata teligi Ampel. Tentunya langkah-langkah itu bisa melibatkan ahli sejarah, pihak pemprov, dan juga ahli waris," imbuh Anik.

Untuk diketahui, Langgar Gipo adalah tempat ibadah yang terdiri dari dua bangunan. Lantai satu untuk beribadah. Lantai dua digunakan untuk beristirahat maupun menginap. Lantai dua ini yang pernah difungsikan sebagai asrama haji, tempat transit calon jamaah haji sebelum berangkat ke tanah suci dengan kapal dari pelabuhan Tanjung Perak

Di dalam komplek bangunan yang konon berdiri sejak 1834 ini ada dua sumur besar dengan airnya yang sangat bening. Belum lama ini ditemukan bangunan bawah tanah atau bunker yang menghubungkan Langgar Gipo dengan dunia luar. Diduga bangunan bawah tanah itu terhubung hingga ke kawasan Jembatan Merah dan sekitar tugu pahlawan. Fakta ini menguatkan informasi yang menyebut Langgar Gipo sebagai salah satu markas Laskar Hizbullah saat revolusi fisik melawan penjajah. (mdr)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...