Sabtu, 10 April 2021 21:48

Penetapan Tersangka Tunggu Waktu, Habib Rizieq: Kita Laporkan Ramai-ramai Penoda Agama

Senin, 23 Januari 2017 23:41 WIB
Penetapan Tersangka Tunggu Waktu, Habib Rizieq: Kita Laporkan Ramai-ramai Penoda Agama
Ketua FPI Rizieq Syihab usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/1).

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya selama lebih dari empat jam. Pemeriksaan Rizieq selesai pukul 15.00 WIB. Dia diperiksa sebagai saksi terlapor terkait ucapannya mengenai lambang Palu arit di uang kertas yang dikeluarkan Bank Indonesia.

"Alhamdullilah hari ini saya sudah dimintai keterangan sebagai saksi dan diajukan sebanyak 23 pertanyaan," kata Rizieq usai pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin (23/1).

Dikutip dari Merdeka.com, dalam pemeriksaan perdananya, penyidik mengajukan pertanyaan terkait ucapan Rizieq yang menyebut gambar palu arit dalam rectoverso logo uang kertas baru yang dikeluarkan BI. Dalam pemeriksaan tersebut dijelaskan bahwa logo yang diduga berlambang palu arit itu sebagai teknologi pengaman uang kertas.

"Intinya soal rectoverso yang menurut BI bahwa teknologi itu untuk pengamanan uang kertas dari pemalsuan dengan menggunakan metode rectoverso," kata dia.

BACA JUGA : 

Ancam Bunuh Mahfud MD, Kini Mastur Minta Maaf dan Mohon Diselesaikan di Luar Hukum

Ingatkan Warga Terkait Larangan Penggunaan Simbol FPI serta Aktivitasnya, Sebar Maklumat Kapolri

Video Mahfud MD Berjoget Viral, Ini kata Menko Polhukam

Personel Gabungan Datangi Sekretariat FPI di Sidoarjo, Amankan Berbagai Atribut

"Intinya soal rectoverso yang menurut BI bahwa teknologi itu untuk pengamanan uang kertas dari pemalsuan dengan menggunakan metode rectoverso," kata dia.

Mendengar penjelasan tersebut, Rizieq justru mengkritik BI yang memilih kombinasi gambar gabungan dua huruf B dan I.

"Sebetulnya bahwa teknologi pengamanan uang kertas dengan rectoverso memiliki ribuan alternatif bahkan jutaan alternatif contohnya bisa ini, ini, dan ini," kata Rizieq kertas yang bergambar ragam rectoverso dari lambang BI.

"Nah yang jadi persoalan kenapa milih bentuk ini (tunjuk Palu arit). Ini kan bentuk yang mirip-mirip palu arit. Nah ini yang kita proses. Jadi Di sana ada jutaan ribuan alternatif rectoverso, pemilihan BI kok yang mirip palu arit," kritik Rizieq.

Usai menjalani pemeriksaan Rizieq langsung menemui para pendukungnya di depan Mapolda Metro Jaya. Dia sempat memberikan orasi di hadapan barisan pendukungnya yang menunggu sejak pagi.

Rizieq menginstruksikan pengikutnya untuk melaporkan para pelaku penistaan agama Islam kepada kepolisian di daerah masing-masing.

Rizieq mengatakan, tidak peduli apakah pejabat atau pimpinan partai, harus dilaporkan jika memang dinilai menghina Islam.

"Untuk itu saya minta umat Islam yang datang dari berbagai daerah masing-masing. Anda nanti pulang ke daerah masing-masing, laporkan ke Polda masing-masing siapapun pejabat atau pimpinan partai yang menghina agama Islam, menodai agama, kita laporkan ramai-ramai dan wajib untuk diproses," ujarnya.

Dia menegaskan, para penoda agama harus diproses secara hukum dan tak pandang bulu. Bahkan, kata dia, harus diproses hingga meja hijau.

"Semua penistaan agama Islam akan kita proses secara hukum. Tidak peduli apa dia pejabat atau dia pimpinan partai politik. Siapapun yang menghina Islam akan kita proses secara hukum. Seret ke pengadilan, kita tegakkan hukum sesuai Undang-undang yang berlaku," kata dia dilansir Merdeka.com.

Dia berharap penegak hukum di Indonesia bisa lebih adil dan tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum.

"Kita lihat bagaimana tegaknya keadilan di Republik ini. Jangan hanya laporan habib ulama diproses sementara laporan kepada pejabat tidak diproses," ungkapnya.

Sementara Kepolisian enggan terburu-buru menetapkan imam besar FPI Rizieq Syihab sebagai tersangka sejumlah kasus. Namun, mereka menyebut penetapan itu hanya tinggal menunggu waktu.

"Saya kira masalah waktu saja, jadi penegakan hukum perlu waktu, enggak bisa buru-buru," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Senin (23/1).

Meski begitu, Boy memastikan proses hukum kepada Rizieq tetap berlangsung normal. Sehingga semua pihak terkait kasus ini diharapkan bisa mengikuti prosesnya.

"Jadi itu masalah hukum acara yang harus dipatuhi, semuanya proses hukum normal saja," terangnya.

Sejauh ini ada dua kasus menimpa Rizieq, di antaranya dugaan penistaan agama dan ucapan palu arit di uang Rupiah baru. Polisi masih terus mendalami pelbagai laporan atas kasus tersebut.

"Jadi itu masalah hukum acara yang harus dipatuhi, semuanya proses hukum normal saja," kata Boy.

Boy menambahkan, penyidik terus menggali pelbagai bukti dalam menimpa Rizieq. Penyidik juga akan melakukan gelar perkara guna menentukan tersangka.

"Yang jelas gelar itu untuk membeberkan, apakah kasus ini, statusnya dapat dilanjutkan apakah ada penetapan secara resmi tersangka seperti itu, atau ada kekurangan-kekurangan apa saja yang harus dipenuhi, agar kekurangan ini bisa cepat diatasi karena tentu harus ada bukti," terangnya.

Sedangkan Penyidik Polda Metro Jaya telah memiliki alat bukti dalam kasus ceramah Habib Rizieq Shihab soal mata uang baru berlogo 'palu-arit'. 

"Dari awal penyelidikan, kami sudah ada alat bukti juga. Sedang kami kumpulkan alat buktinya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan.

Argo mengatakan penyidik telah memeriksa pelapor, saksi, hingga para ahli. Saksi ahli yang sudah dimintai keterangan di antaranya dari Bank Indonesia (BI) dan ahli bahasa serta ahli pidana.

Rizieq diperiksa soal pengunggahan video ceramahnya di YouTube yang di-upload akun FPI TV. Polisi membidik dengan menggunakan Pasal 28 ayat (2) UU ITE dalam pengunggahan video tersebut.

Pemeriksaan Rizieq ini menjadi salah satu bagian upaya polisi untuk mencari siapa tersangkanya. "Ini sedang kami periksa semuanya. Kami kan sedang periksa saksi-saksi, penyelidikan naik ke penyidikan. Kami sedang cari siapa tersangkanya berdasarkan UU ITE," lanjut Argo.

Di sisi lain, Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan meminta Habib Rizieq tidak memobilisasi massa saat pemeriksaan dilakukan kembali. Menurutnya, melibatkan massa akan mengganggu ketertiban masyarakat umum.

"Saya imbau dan ingatkan kepada Rizieq kalau nanti ada pemeriksaan tambahan tolong tidak memobilisasi massa. Karena itu akan mengganggu ketertiban umum," kata Anton.

Jika ada pengerahan massa apalagi sampai bertindak anarkis, Anton mengaku tidak sungkan untuk bertindak tegas. Berkaca dari pemeriksaan sebelumnya, Rizieq sendiri mengerahkan ribuan massa yang berujung adanya bentrokan dengan Ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

"Akan tegas kalau memang berbuat tidak tertib. Hajatan saja harus izin, apalagi memobilisasi massa yang lebih dari 40 orang, kan ada aturannya," terangnya. (Merdeka.com)

Sumber: Merdeka.com
5 Kios Pasar Ranggeh Pasuruan Rusak Tertimpa Pohon
Sabtu, 10 April 2021 02:59 WIB
Pasuruan, BANGSAONLINE.com - Sebuah Pohon Trembesi roboh menimpa Pasar Ranggeh di Desa Karangsentul Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.Akibatnya, 8 kios milik pedagang rusakDelapan kios milik pedagang yang rusak itu terdiri dari toko kelontong, pertanian...
Senin, 05 April 2021 10:05 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com.com - Gua Jegles, begitu nama gua yang masih dalam pembenahan itu sering disebut. Gua yang terletak di Dusun Jegles, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri tersebut saat ini memang sedang viral di media sosial (medso...
Sabtu, 10 April 2021 05:43 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Kapal super raksasa Ever Given ternyata masih ditahan pemerintah Mesir. Kapal milik perusahaan Jepang itu dimintai ganti rugi Rp14 triliun setelah sempat menyumbat Terusan Suez.Loh? Silakan simak tulisan Dahlan Iskan ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...