Tafsir An-Nahl 104-105: Konsep Agama itu dari Tuhan, Bukan Ngarang

Tafsir An-Nahl 104-105: Konsep Agama itu dari Tuhan, Bukan Ngarang

Berbeda dengan tanggal kelahiran Yesus. Karena lebih klasik, maka wajar pencatatannya banyak versi dan susah dipastikan kebenarannya. Berikut ini catatan para ahli sejarah, sekaligus para pakar agama, antara lain:

Pertama, Prof. Herber Muller: "... tidak ada seorang pun yang tahu pasti tanggal yang tepat bagi kelahiran Yesus. Gereja-gereja Barat memilih 25 Desember karena sesuai dengan tradisi kafir". (The Use of The Past : p.148).

Kedua, J.L. Ch. Abinemo, menambahkan: "… Clemen dari Iskandaria menunjuk kelahiran Yesus tanggal 25 Pachon atau 20 Mei yang oleh banyak ahli disinyalir mendekati kebenaran (?).

Ketiga, umat kristiani Mesir mula-mula merayakan natal pada tanggal 6 Januari pada abad ketiga. Hal itu merujuk pada hari kelahiran Aion, Dewa tipe Hellines dalam kepercayaan Mesir kuno.

Keempat, justru gereja Yunani bisa disebut sangat hati-hati dan ketinggalan dalam hal menentukan tanggal kelahiran Yesus. Sejarah mencatat, sampai abad keenam atau tepatnya tahun 530 M, mereka masih merayakan natal pada tangga 7 Desember, bukan 25.

Kelima, akhir abad keempat, gereja Roma merayakan hari Natal, kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember. Tanggal ini diambil dari hari perayaan para penyembah berhala, kepercayaan animistik, penyembah Dewa Matahari Sol Invictus dalam kepercayaan Mesir kuno. (Abineno: Ibadat Jemaat, p.64).

Tanggal itu, posisi matahari pada titik akhir dan mulai bergeser mendekati katulistiwa kembali. Jadi, di belahan bumi yang selama ini gelap karena tidak ada matahari, mulai gembira karena tanggal itu matahari mulai balik dan muncul lagi. Maka manusia patut bergembira dengan Dewa Matahari yang memberi pencahayaan dan kehidupan. Karena kegelapan teologisnya, maka Matahari dianggap Dewa dan disembah.

Dean Farar menambahkan: "... bahwa penetapan natal pada tanggal 25 Desember adalah keputusan pendeta Dionysios Exiguris atas perintah Paus Liberius tahun 530 M. (Life of Christ).

Keenam, soal kelahiran nabi Isa A.S. ini al-Qur'an hanya menyinggung, bahwa kelahirannya tepat pada saat musim buah kurma berbuah masak atau ruthab. (QS. Maryam: 25). Penulis pernah ke daerah sekitar kelahiran Yesus dan bertanya sendiri, kapan biasanya musim kurma berbuah masak (ruthab)?. Jawabnya, sekitar Juli hingga September. Ini sekadar paparan ilmiah untuk menambah khazahan pengetahuan dan selanjutnya berpulang pada kebebasan pembaca.    

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO