ilustrasi
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Warga Desa Margerejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban mengeluhkan pelayanan bidan desa setempat. Yang dikeluhkan yakni, pelayanan yang dinilai tidak ramah kurang profesional, dan bahkan terkadang memasang tarif melebih ketentuan yang berlaku saat menangani ibu melahirkan.
Seperti yang dialami Sulasih (32), istri dari Ngatmiran (34) warga Desa setempat. Kepada BANGSAONLINE.com, Senin (13/3), ia bercerita, bahwa saat memeriksakan diri ke bidan desa tersebut, tiba-tiba disuntik tanpa melihat kondisi yang dialami. Padahal pada saat itu dirinya sedang mengalami sakit dan lemas.
BACA JUGA:
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Berawal dari Facebook, Pasangan Paruh Baya ini Resmi Menikah di Nikah Massal Tuban
"Seketika itu tanpa bertanya dan memeriksa badan pasien, bidan desa atas nama Inayah langsung memberi suntikan. Saya pun tidak berani menolak," ujar Sulasih saat berada di kediamannya.
Setelah mendapatkan suntikan tersebut, selang kurang dari seminggu Sulasih mengalami pendarahan pada rahimnya. Suaminya pun langsung memeriksakan ke bidan desa tetangga sebelah. Hasilnya, bidan desa sebelah memberikan isyarat agar Sulasih dirujuk ke rumah sakit Ibu dan Anak "Fatma" Bojonegoro.
"Sebelum dirujuk ke rumah sakit, sempat diperiksa oleh bidan lain, dan ia mengatakan orang hamil kok disuntik mbak," ujar Sulasih menirukan bidan yang sudah senior itu.
Sulasih menduga, suntikan itulah yang membuat dirinya pendarahan pada janinnya. Hal itu diketahui setelah ada rujukan dan hasil rontgen dari rumah sakit. Bahkan, bidan tetangga sebelah juga menyayangkan adanya penyuntikan itu.
"Iya katanya bu bidan desa sebelah itu, mbak, lah wong hamil kok disuntik," ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




