Ali Mahdi, Direktur Pemasaran PT Garam.
Meskipun demikian, kondisi ini masih belum bisa mengatasi kebutuhan garam secara nasional secara keseluruhan.
"75 ribu ton itu masih jauh dari harapan, karena baru 35 persen yang terealisir, sedangkan sisa dua per tiganya akan minta izin pemerintah untuk tahapan berikutnya," jelasnya.
Ali Mahdi menegaskan bahwa impor garam oleh pemerintah dikhususkan untuk garam konsumsi. Sementara untuk industri dilakukan oleh pabrik yang memang membutuhkan.
Sedangkan untuk produksi tahun 2017, lahan PT Garam sudah melakukan beberapa persiapan, mulai dari penataan saluran air produksi dan lainnya. "Dari segi persiapan, PT Garam tinggal menunggu datangnya kemarau saja, sesuai prakiraan BMKG," ujar Ali Mahdi.
Untuk tahun 2017, Ali Mahdi memperkirakan kebutuhan garam akan lebih meningkat dengan pasokan yang berkurang, sehingga terjadi akumulasi kebutuhan.
"Dengan estimasi normal kebutuhan garam nasional berkisar 3 juta ton, namun jika mundur satu bulan saja dampaknya akan sangat signifikan pengaruhnya pada hasil produksi, mudah-mudahan sesuai dengan harapan dan defisit tidak terlalu jauh," pungkasnya. (err/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




