Salah satu warga yang masih dirawat di Puskesmas Selorejo. foto: AKINA/ BANGSAONLINE
Lanjut dr Yudi Winarto, puluhan warga yang datang mulai dari anak-anak hingga dewasa, semua mengalami keluhan yang sama. Seperti pusing, mual, dan diare. Di antara puluhan warga tersebut ada 14 warga yang dirawat inap karena mereka mengalami kondisi yang mengkhawatirkan untuk menjalani rawat jalan. 14 warga yang dirawat inap di Puskesmas hingga sekarang masih mengeluhkan pusing, mual, dan diare.
"Diduga memang karena intoksikasi atau keracunan es dawet gempol. Saat ini ada 14 warga yang masih menjalani rawat inap yang lainnya sudah diperbolehkan pulang," jelasnya.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya mengatakan, saat ini pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Polisi juga sudah mengambil sampel es dawet gempol untuk dikirim ke laboratorium forensik untuk mengetahui zat yang terkandung dalam minuman tersebut apakah benar menjadi penyebab keracunan.

Sementara untuk penjual es dawet gempol, Jariati (40) warga Dusun Cungkup Desa Ngrendeng Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar, saat ini masih diperiksa di Polsek Selorejo.
"Kita belum bisa memastikan penyebabnya secara pasti. Karena untuk mengetahui penyebab pasti memang harus melalui uji Labfor, apakah penyebab keracunan tersebut dari bahan-bahan yang terkandung didalam es dawet gempol tersebut atau ada penyebab lain," ungkap AKBP Slamet Waloya. (blt1/tri/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




