Garis polisi di semua titik sumur ambles dipertegas lagi agar tidak dilanggar warga.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Fenomena sumur ambles di Desa Manggis Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri jadi objek wisata dadakan. Pada hari tertentu, atau pada hari libur ramai dikunjungi wisatawan dadakan dari Kediri dan sekitarnya. Mengantisipasi hal-hal buruk yang mungkin terjadi, pihak Koramil 21/Puncu bersama Polsek Puncu bekerjasama meninjau ulang garis polisi di seluruh lokasi keberadaan sumur ambles.
Dari 137 titik sumur ambles yang ada di Desa Manggis, sudah terpasang secara keseluruhan garis polisi, tetapi ada 2 titik kondisi garis polisinya sobek atau rusak. Diperkirakan ada 3 titik lagi yang bakal ambles.
BACA JUGA:
- Upah Rp70-90 Ribu, Penambang Pasir Brantas Kediri Tetap Bertahan
- Wali Kota Kediri Dorong Guru TK Ciptakan Pembelajaran Menyenangkan di Era Digital
- Wali Kota Kediri Tekankan Stabilitas Daerah Demi Kelancaran Pembangunan
- Di Pertemuan Rutin Himasal dan Lim, Gus Qowim: Ulama dan Umara Harus Sinergi dengan Masyarakat
“Kondisi police line-nya yang rusak, dimungkinkan karena tertabrak orang yang lewat atau dengan sengaja orang berusaha menerobosanya. Sedangkan tiga yang diperkirakan bakal ambles karena kondisi air sudah keruh,” ujar Danramil Puncu, Kapten Inf M.Walifatma bersama Kapolsek Puncu, AKP M. Fuadi saat melakukan sidak.
Kepada para pengunjung diimbau untuk tidak terlalu dekat dengan sumur saat melihat sumur ambles. Hal itu karena sampai saat ini semua sumur masih dinyatakan rawan. Jangan hanya karena ingin selfie lupa keselamatan diri. (pen/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




