Puluhan warga rela mengantre demi mendapatkan bubur syuro. foto: GUNAWAN WIHANDONO/ BANGSAONLINE
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Menjelang waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan, puluhan warga Kelurahan Kutorejo, Kabupaten Tuban berbondong-bondong memadati area komplek makam Sunan Bonang, Senin (29/5).
Kedatangan mereka bukan tanpa maksud. Sambil membawa mangkuk kecil, warga rela mengantre untuk mendapatkan Bubur Syuro sebagai santapan saat berbuka puasa.
BACA JUGA:
- Antisipasi Keracunan saat Ramadhan, Dinkes P2KB Tuban Awasi 20 Pedagang Takjil
- Program CSR, BRI Tuban Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu di Singgahan dan Senori
- Bagikan 300 Paket Takjil, Kapolres Tuban Manfaatkan Ramadhan untuk Lebih Dekat dengan Masyarakat
- Ratusan Catin Nikah di Malam Songo, Kemenag Tuban Siapkan Puluhan Penghulu
Wawan, salah satu pembuat bubur, mengatakan bahwa bubur syuro ini rutin dibuat setiap bulan Ramadhan. "Setiap hari dapat memasak dua wajan besar bubur. Sebelum dibagikan ke warga setempat, terlebih dahulu diberikan pada jamaah Masjid Astana Sunan Bonang sebagai hidangan berbuka secara gratis," katanya.
Nur Hasan, salah satu warga yang ikut mengantr, mengatakan bahwa Bubur Syuro merupakan makanan khas warga sekitar makam saat bulan Ramadhan. Menurutnya, bubur ini sudah ada dari dulu dan rasanya gurih sehingga berbeda dengan bubur umumnya.
"Sekilas bentuknya memang sama, namun jika dirasakan berbeda, rasanya lebih gurih. Sebab ada daging kambing dan bumbu khas Tuban yang membuat rasanya beda," ucapnya.
Ia mengaku selalu berlangganan bubur tersebut saat Ramadhan. Selain ingin menikmati kelezatannya, ia juga berharap mendapatkan berkah karena bubur tersebut merupakan warisan leluhur yang telah ada sejak dahulu.
"Ini merupakan warisan leluhur, jadi selain ingin menikmati bubur syuro juga mengharap berkah dan rejeki yang melimpah," pungkasnya. (gun/wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




