Pakde Karwo Dorong Paslon Tunggal, Mufti Mubarok: Mustahil Bisa Direalisasikan

Pakde Karwo Dorong Paslon Tunggal, Mufti Mubarok: Mustahil Bisa Direalisasikan Pertemuan antara Pakde Karwo, Pak Halim dan Gus Ipul di kantor DPD Partai Demokrat Jatim. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

“Saya punya pengalama saat pilgub Jatim 2018, semua partai diborong incumbent dengan kekuatan logistik. Bahkan diciptakan pasangan “boneka” untuk menghambat Khofifah maju. Toh, nyatanya Khofifah tetap bisa maju, meski pada akhirnya kalah,” imbuh mantan Ketua DPW Partai Matahari Bangsa (PMB) Jatim itu.

Mufti pun menambahkan, dari kalkulasi politik juga sulit untuk menjadikan Gus Ipul calon tunggal. Sebab eletabilitas Wagub Jatim dua periode itu masih di bawah 40 persen, tepatnya 37 persen. Persentase itu sangat minim untuk sekelas incumbent. Karena Ahok saja saat masih setahun Pilgub DKI Jakarta, eletabilitasnya sudah mencapai 70 persen. Faktor tingginya elektabilitas itu membuat banyak partai yang merapat ke Ahok. Itupun Ahok tidak bisa menjadi calon tunggal, karena nyatanya pilgub DKI berlangsung dengan 3 pasang calon.

“Elektabilitas Gus Ipul sangat minim, masih di bawah 40 persen. Sulit untuk mewujudkan paslon tunggal. Karena itu saya prediksi, pilgub Jatim paling sedikit akan diikuti oleh dua pasangan calon. Bisa itu paslon sesungguhnya, tapi bisa juga calon boneka. Yang jelas preseden buruk buat Jatim kalau hanya muncul paslon tunggal. Itu artinya Gus Ipul akan melawan bumbung kosong,” tandas politisi berbasis Muhammadiyah tersebut.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jatim Paradigma Baru pimpinan Dr. Basa Alim Tualeka meyakini Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa akan maju sebagai bakal calon gubernur Jatim. Keyakinannya itu bukan tanpa sebab, karena ia banyak berkomunikasi dengan elit politik, baik level Jatim maupun nasional.

“Insya Allah, Bu Khofifah akan maju. Sebab banyak dungan dari bawah maupun elit politik. Saya pun akan total mendukung Bu Khofifah dalam pilgub 2018,” tegas pengusaha yang akrab disapa Obasa itu. (mdr/rev)

(Dr. Muhammad Mufti Mubarok (kanan) Direktur Lembaga Survei Regional bersama Ketau Kadin PB Jatim, Dr. Basa Alim Tualeka)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO