Dia mengatakan, pihak DPD maupun DPP menjanjikan akan menindaklanjuti persoalan ini setelah pelaksanaan Pilpres 9 Juli lalu. "Sekarang ini sudah selesai Pilpres, kami tagih janji itu. Selama ini, PAC dan DPC pasif tidak ada kegiatan kepartian, kami menyayangkan itu," katanya.
Jika hal itu tidak diindahkan, lanjut dia, pihaknya akan membuat pilihan kepada DPD yakni PAC-PAC yang mendukung adanya Muscablub mundur dari keanggotaan Demokrat atau Dadik Risdaryanto mundur dari jabatannya.
Hal sama juga diungkapkan Ketua PAC Gayungan, Zainul Rahman. Ia mengatakan digelarnya pertemuan ini dikarenakan tidak ada tindak lanjut dari DPD dan DPP terkait mosi tak percaya kepada Ketua DPC Demokrat Surabaya.
"Legitimasi ketua DPC tidak ada lagi. Makanya kami mendesak agar segera dilakukan pergantian kepemimpinan," katanya.
Ketua DPC Demokrat Surabaya Dadik Risdaryanto sebelumnya mempersilahkan PAC-PAC melengserkan dirinya. "Tetapi harus konstitusional. Dilaporkan saja ke DPD dan DPP. Kalau itu berhasil, saya pasti dipanggail DPP, baru setelah itu saya pertanggungjawabakan di sana," katanya.
Dia mengatakan ada beberapa pengurus partai yang punya sahwat melakukan pelengseran. "Ada mereka dibelakang itu. Saya sangat memahami itu. Biar saja, mereka nanti akan tau sendiri akibatnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




