Hamy Wahjunianto, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas saat mudik dan arus balik di Jawa Timur membuat pimpinan Komisi D DPRD Jawa Timur prihatin. Apalagi naiknya angka kecelakaan itu juga diikuti dengan meningkatnya jumlah korban jiwa. Data yang dirilis oleh Dirlantas Polda Jatim itu belum termasuk korban jiwa di perlintasan kereta api di Jl. A. Yani, Selasa (4/7) pagi.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Hamy Wahjunianto mengaku prihatin dengan kecelakaan lalu lintas di perlintasan KA yang masih dalam suasana hari raya Idul Fitri. Menurutnya, peristiwa itu harus menjadi pelajaran bagi Pemprov jatim untuk meningkatkan early warning system atau sistem peringatan dini. Pasalnya, hanya berselang dua bulan lalu juga ada peristiwa kecelakaan di perlintasan KA yang tak jauh dari lokasi terbaru. Dalam peristiwa sebelumnya itu merenggut tiga nyawa melayang sia-sia.
“Saya kira sistem peringatan dininya harus ditingkatkan. Kalau sudah ada palang pintu tapi belum ada petugas, sebaiknya dilengkapi dengan petugas. Demikian pula sebaliknya, bila sudah ada petugas tapi belum ada palang pintunya juga harus segera dilengkapi palang pintu. Intinya, potensi kecelakaan dan korban jiwa harus ditekan sekecil mungkin,” tegas politisi PKS yang akrab disapa Ustadz Hamy itu, Selasa (4/7).
Anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo ini mengungkapkan, dari sekitar 2000 perlintasan KA di Jatim, baru ada 911 yang dilengkapi palang pintu maupun petugas penjaga perlintasan. Karena itu, pihaknya mengimbau Pakde Karwo di masa akhir masa jabatannya agar menambah anggaran untuk melengkapi perlintasan yang belum memiliki palang pintu dan petugas jaga.
Selain itu, alumni magister Universitas Airlangga (Unair) ini berharap ada tambahan sistem peringatan dini di perlintasan KA berupa sirine maupun pesan elektronik berupa suara yang berisi imbauan kepada pengguna jalan agar segera berhenti karena kereta api akan melintas.
“Keamanan berlapis itu tentunya akan membutuhkan anggaran yang tak sedikit, tapi bagi kami masalah nyawa harus menjadi prioritas utama. Kami akan usulkan tambahan anggaran di PAK atau APBD 2018,” tandas penasihat Fraksi PKS ini.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




