Mensos RI Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri peringatan haul ke-550 Nyai Ageng Pinatih. foto: syuhud/ bangsaonline
Khofifah mengaku sejak lama hingga kini hubungan dirinya dengan Cak Imin berjalan baik. Khofifah juga mengaku diundang melalui WhatsApp oleh Cak Imin untuk hadir di acara halal bi halal di kediamannya, Jakarta Selatan, di hari Cak Imin mengeluarkan pernyataan bikin panas suasana politik Jatim tersebut.
"Saya lho diundang ke acara halal bi halal beliau. Cuma saya bilang ke Mas Imin melalui WA, saya kebetulan ada acara di Tasikmalaya. Tetapi ada teman-teman Muslimat yang hadir mewakili. Jadi saya masih menghormati beliau," ujar Khofifah.
Ditanya apakah jadi maju atau tidak sebagai bakal Cagub Jatim, Khofifah mengaku keputusan akan disampaikannya secara terbuka dalam waktu dekat.
Komunikasi politik dengan beberapa pimpinan partai politik juga intensif dilakukan. "Sabar, sekarang kan masih check sound," kata Khofifah.
Sebelumnya, Cak Imin mengaku sudah menyampaikan kepada Presiden Jokowi agar tidak mengizinkan Khofifah maju di Pilgub Jatim. Menurutnya, Jawa Timur berbasis Nahdlatul Ulama. Bagi PKB, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul calon yang bisa mewakili organisasi masyarakat terbesar di negeri ini.
"Saya sudah sampaikan ke Presiden, bahwa Jawa Timur adalah satu-satunya provinsi yang NU kuat. Kalau bisa Bu Khofifah tidak usah diizinkan (jadi Cagub Jatim), jadi menteri saja," kata Cak Imin kepada wartawan di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu, 8 Juli 2017. (*/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




