ALUN-ALUN MOJOKERTO: Fasilitas publik Alun-alun yang memiliki tiga spot WiFi di tahun 2015, namun ketiganya tak bisa difungsikan. foto: ist
Tak hanya itu, mantan ketua DPRD Kota Mojokerto tersebut juga menagih janji program WiFi gratis per RW. "Harusnya, Kominfo juga memberikan progress terkait pemasangan WiFi gratis di tiap RW. Kalau sudah ada anggarannya tunggu apa lagi," tambahnya.
Program ini, kata ia, penting untuk penyampaikan informasi teknologi paling canggih pada dekade ini. Sejak dua tahun terakhir, pemkot Mojokerto getol memfasilitasi warganya di tiga Kecamatan yang ada, yakni di Kecamatan Kranggan, Kecamatan Prajuritkulon dan Kecamatan Magersari, dengan WiFi gratis. Pada tahun lalu, Dinas Kominfo sedianya membangun jaringan WiFi baru di 176 Rukun Warga (RW) yang ada. Ini adalah dari pengembangan program WiFi masuk kelurahan yang telah terlebih dahulu berjalan.
Sayangnya, Kadis Kominfo Hartono tidak berhasil dikonfirmasi terkait kritik Dewan dan pengembangan program ini. Sejatinya, handphonenya bunyi namun apalah daya mantan Kadis DKP itu enggan mengangkatnya.
Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Pemkot Mojokerto, Choirul Anwar mengatakan tahun ini pihaknya akan membangun 50 titik WiFi di tiap RW. "Tahun ini pemkot akan membangun 50 titik WiFi gratis di RW-RW. Pembangunan ini akan dilakukan secara bertahap dan dilanjutkan tahun 2018 nanti, yakni menambah 60 spot baru di lokasi RW," katanya.
Disinggung soal adanya keluhan kerusakan, Anwar mengatakan itu menjadi tanggungjawab provider. "Kalau terkait dengan pemeliharaan WiFi yang rusak, maka itu tanggungjawab Telkom," urainya.
Menurut ia, masyarakat yang mengetahui ada kerusakan WiFi bisa lapor Kominfo. "Nanti kita teruskan ke Telkom. Karena tiap bulan kita sudah memenuhi kewajiban pendaftaran," pungkasnya. (yep)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




