
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Bertepatan dengan malam Satu Suro atau tahun baru Islam 1439 Hijriyah, pemerintah Desa Bogo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro menggelar gerebek berkah atau rebutan gunungan. Ratusan masyarakat tumpah ruah berebut sebanyak sembilan gunungan yang terbuat dari buah-buahan dan sayuran, Rabu sore (20/9).
Sebelum direbut oleh masyarakat secara ramai-ramai, sembilan gunungan itu dikirab terlebih dahulu. Tumpeng yang terbuat dari tanaman hasil panen masyarakat seperti palawija dan lainnya terlihat berjajar rapi berjalan mengelilingi jalan di sudut-sudut kampung.
Dimulai dari lapangan desa setempat, kemudian dibawa ke halaman rumah kepala desa Bogo yang berjarak sekitar 700 meter. Dengan hitungan tiga ke belakang, masyarakat langsung menyerbu gunungan tersebut. Mulai anak kecil hingga orang dewasa, laki-laki dan perempuan tumpang-tindih berebut gunungan.
"Senang sekali dengan acara ini, saya dapat buah-buahan, semoga mendapat berkah," seru salah satu ibu rumah tangga yang ikut berebut gunungan, Hartati.
Sementara itu, Kepala Desa Bogo Mursid mengungkapkan, gerebek tumpeng itu baru kali ini pertama ini diadakan. Tradisi ini digelar dalam rangka mensyukuri nikmat dan karunia Allah SWT yang telah memberikan panen padi dan palawija kepada warganya. Selain itu, juga dalam rangka menyambut malam tahun baru Islam 1439 Hijriyah.
"Intinya acara ini dalam rangka sedekah bumi, atau mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah berupa panen padi yang sangat maksimal. Yang kedua juga dalam rangka menyambut malam tahun baru Islam. Mudah-mudahan di tahun baru ini panen kita bertambah banyak dan baik lagi," paparnya.
Mursid juga bersyukur acara gerebek tumpeng yang baru digelar tahun ini meriah. Masyarakat sangat antusias dan berpartisipasi membuat gunungan. "Ada sebanyak sembilan gunungan yang dibuat oleh masyarakat sendiri, kita bagi setiap RT," terangnya.
Karena masyarakat sangat antusias, dia berencana akan menggelar gerebek tumpeng rutin setiap tahunnya
Selain rebutan tumpeng, sebelumnya juga diadakan acara pengajian umum serta diadakan acara sindiran atau hiburan seni budaya jawa. "Acara ini juga untuk mempersatukan masyarakat kami. Melalui acara ini kami harap warga kami tambah rukun dan guyub," pungkasnya. (nur/rev)