PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Revitalisasi infrastruktur terdampak bencana yang dilaksanakan oleh BPBD Pasuruan pada 2017 ditargetkan rampung pertengahan November. Hingga saat ini, perkembangan pembangunan proyek yang didanai oleh pusat rata-rata sudah rampung 100 persen. Semuanya proyek DAK. Namun, pihak pelaksana tetap harus menyelesaikan kewajiban, perawatan.
Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Djati Permana. Ia menjelaskan, proses pekerjaan fisik infrastruktur yang mengalami kerusakan imbas bencana progresnya sudah banyak yang rampung. Saat ini, kata dia, hanya tinggal pekerjaan ringan seperti pembersihan.
BACA JUGA:
- Pasuruan Dikepung Banjir: Ketinggian Air Capai 1,2 Meter, Empat Kecamatan Siaga Satu
- Puting Beliung Terjang Pasuruan, 12 Kecamatan Terdampak, Puluhan Pohon Tumbang dan Warga Terluka
- Evakuasi Truk yang Terpersok ke Jurang Akibat Longsor di Jalur Wisata Bromo Terhambat Kondisi Tanah
- 18 Rumah Rusak di Pasuruan Imbas Bencana akan Diajukan Perbaikan
Jika dirata-rata proyek memang sudah ada yang rampung seratus persen. Seperti pembangunan tanggul penahan tanah (TPT) di Desa Ngadiwono, jembatan Rejosalam Kecamatan Pasrepan, TPT Baledono Tosari, dan Wonokitri Tosari, Parapet Kecamatan Winongan, Parapet Lupangbolong, Bangil.
"Khusus untuk jalan Penataan-Umbulan, Kecamatan Winongan, sejauh ini baru diselesaikan sekitar 90-95 persen," ungkap Bakti.
Ia mengungkapkan lambatnya pekerjaan pembangunan jalan setempat bukan tanpa alasan. Banyaknya armada proyek yang juga memanfaatkan ruas jalan setempat, menjadi penghambat proses pelaksanaan jalan.
Pihaknya sendiri terus mendorong percepatan dalam pelaksanaan pembangunan proyek fisik dampak kebencanaan itu. Hal ini untuk mengejar target. "Setidaknya pertengahan Novmeber sudah harus diselesaikan. Makanya kami pacu, agar pekerjaan dituntaskan segera," tambahnya.
Bakti menambahkan, ada delapan titik pekerjaan yang terdampak bencana di wilayah Kabupaten Pasuruan , Proyek-proyek tersebut didanai dari APBN dengan anggaran hingga Rp 12 miliar. (bib/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




