Khofifah saat menyampaikan testimony tentang sosok Gus Dur.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan pemikiran-pemikiran Gus Dur tetap hidup dalam keseharian dan melekat di hati rakyat kendati Bapak Bangsa itu telah sewindu meninggalkan kita.
"Banyak orang belajar dari Gus Dur. Mereka tidak hanya dari Indonesia, namun berbagai belahan dunia turut belajar dari beliau tentang toleransi, pluralisme, cinta damai, dan selalu berpikiran inklusif atau terbuka," kata Khofifah kepada wartawan usai menghadiri Sewindu Haul Gus Dur di kediaman Gus Dur, Jalan Warung Silah No. 10, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (22/12) malam.
BACA JUGA:
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
- Khofifah Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Bojonegoro, Sejumlah Komoditas Terpantau Naik
Mensos mengatakan haul kali ini mengambil tema "Semua Demi Bangsa dan Negara." Tema ini bermakna bahwa apa yang dipikirkan dan dilakukan Gus Dur merupakan sebuah bentuk kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gus Dur sangat menghargai perbedaan dan senantiasa mendorong masyarakat dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai di tengah berbagai perbedaan.
"Pemikiran itu adalah teladan yang bisa kita ambil dari beliau dan diterapkan saat ini di tengah kondisi bangsa yang menghadapi banyak tantangan dan persoalan," ujar Khofifah yang pernah menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN di era pemerintahan Gus Dur.
Dikatakan Khofifah, dalam pandangan Gus Dur bangsa Indonesia menjadi besar seperti sekarang karena keragaman atau kebhinekaan yang dijaga dan ditempatkan sebagai potensi efektif bangsa.
Perbedaan itu ada dan menjadi bagian dari kekayaan kearifan bangsa. Suku, agama, warna kulit, tradisi, bahasa dan perbedaan pendapat satu kelompok dengan yang lain dapat berjalan secara harmoni.
"Perjalanan sejarah bangsa mencatat bahwa Indonesia berdiri di atas keberagaman, dan kita dapat hidup berdampingan secara damai. Itu yang pernah dipesankan beliau dalam berbagai kesempatan," paparnya.
Sewindu Haul Gus Dur dihadiri sejumlah tokoh di antaranya Jenderal Gatot Nurmantyo, Mahfud MD, KH Mustofa Bisri dan Gurutta M Sanusi Baco yang didaulat menyampaikan tausiyah.
Khofifah sendiri hadir dan menyampaikan testimoni kenangan bersama mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut. Khofifah menyampaikan testimoni saat menjadi sekretaris fraksi MPR-RI.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




