Parso, salah satu pedagang trompet saat melayani pembeli.
“Kami ke sini itu rombongan enam orang mas, kami satu desa. Sudah sepuluh tahun saya berjualan di Tuban. Selain di sini, pernah juga jualan sampai ke Bali,” kata kakek 65 tahun tersebut.
Dalam sehari, Parjo mengaku bisa menjual sebanyak 15 buah hingga 20 buah trompet dengan harga yang bervariasi mulai dari bentuk yang biasa Rp. 5 ribu, sementara yang paling mahal terbuat dari plastik sekitar Rp. 40 ribu.
“Kalau sudah ramai bisa terjual 25 sampai 35 buah trompet mas,” pungkasnya.
Sementara Suhartatik (40), salah satu pembeli trompet mengatakan sengaja membeli hari ini, karena harganya lebih murah ketimbang saat mendekati tahun baru. “Buat anak saya mas, biasanya kalau sudah dekat tahun baru harganya beda, makanya beli hari ini,” kata Tatik.
Selain kedua penjual trompet tersebut, masih banyak lagi para penjual yang menjajakan jualan trompetnya di kawasan Alun-alun. Kebanyakan mereka berasal dari luar Kabupaten Tuban yang memang menjadi pedagang dadakan menjelang pergantian tahun seperti ini. (gun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




