GRESIK, BANGSAONLINE.com - Proyek pembangunan Landmark Gresik di Bundaran Sentolang, Jalan Veteran Kecamatan Kebomas menjadi perbincangan hangat masyarakat.
Di media sosial (medsos), banyak yang memperbincangkan soal pembangunan proyek yang dananya berasal dari corporate social responcibility (CSR) PT. Wilmar Nabati Indonesia (WNI) tersebut
Baca Juga: Hadiri Haul Bungah, Plt Bupati Gresik Ingatkan Agar Tak Ada Perebutan Kekuasaan
"Kabar yang saya dapatkan, dana CSR untuk Landmark Rp 5 miliar. Bukan Rp 4,2 miliar seperti diungkapkan Sekretaris DPUTR (Ahmad Wasil,red)," kata salah satu warga kepada BANGSAONLINE.com, kemarin.
Menurut sumber tersebut, pembangunan Landmark tersebut sedianya dikerjakan sendiri oleh PT WNI. Namun, ternyata pengerjaan proyek itu diminta oleh salah satu rekanan yang memiliki kedekatan dengan salah satu pejabat di lingkup Pemkab Gresik.
"Jadi seakan-akan yang mengerjakan Wilmar, padahal proyek itu dikerjakan rekanan yang memiliki kedekatan dengan salah satu pejabat pemkab," ungkapnya.
Baca Juga: Banggar DPRD Gresik Pastikan Target PAD 2024 Senilai Rp1,597 Triliun Tak Tercapai
Sementara Hartono selaku Humas PT. WNI kepada BANGSAONLINE.com mengaku belum tahu persis berapa anggaran CSR PT. Wilmar untuk pembangunan Landmark di Bundaran Sentolang. Dia juga mengaku belum tahu siapa rekanan yang mengerjakan proyek miliaran rupiah tersebut.
"Saya akan cek dulu dan lihat rencana dan anggaran belanja (RAB)-nya dulu," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Sekretaris DPUTR Ahmad Wasil menyatakan bahwa proyek landmark di Bundaran Sentolang bernilai Rp 4,2 miliar yang dananya berasal dari CSR PT. Wilmar Nabati Indonesia.
Baca Juga: Di Ponpes Tanbihul Ghofilin, Plt Bupati Gresik Sosialisasikan Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak
"Pengerjaan proyek, dilakukan langsung oleh PT. Wilmar. Dari Pemda akan menerima hasil pekerjaan begitu Landmark setelah selesai dilaksanakan," terangnya beberapa waktu lalu. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News