Suasana balai desa saat didemo warga
Lebih lanjut H. Dofir menuturkan, kerjaan yang diembannya sebagai Modin saat ini seharusnya memberikan suri tauladan atau contoh yang baik bagi warganya.
"Bukan malah genit, godain istri orang seperti ini. Ini kan sudah tidak benar. Dia (Mudin), sudah berkeluarga dan mempunyai dua orang anak lho. Disayangkan, seharusnya tidak seperti itu," cetusnya.
Kaji Dofir mengaku, sebelumnya juga telah terjadi adanya dugaan perilaku yang sama terhadap para perempuan di Desa ini.
"Tidak hanya perempuan yang saat ini sedang ramai diperbincangkan warga Desa, namun, beberapa waktu yang lalu juga sempat ada, tetapi tidak berani melaporkan. Kalau perempuan ini berani membuat surat pernyataan dimuka umum jika benar dirayu oleh Pak Mudin," paparnya.
Sementara itu, Kapolsek Krian Kompol Saebani menyatakan, malam ini dilakukan penjagaan terkait adanya laporan masyarakat adanya unjuk rasa di kantor Desa Terung Kulon, Krian menuntut pencopotan jabatan salah satu warganya sebagai Mudin.
"Saat ini dilakukan proses negosiasi dari pihak kepala desa dan warga," tutur pria dengan satu melati di pundaknya ini.
Aksi unjuk rasa warga tersebut dimulai pukul 19.00 WIB, dengan jumlah massa ratusan
Karena menimbulkan kemacetan dan potensi penambahan jumlah massa, kegiatan ini dijaga ketat keamanannya oleh pihak Kepolisian Mapolsek Krian dan sejumlah Anggota TNI. Hingga pukul 22.00 WIB kegiatan berjalan kondusif dan massa bubar dengan tertib meskipun sempat terjadi kemacetan. (cat/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




