Pasien yang mengaku payudaranya diremas-remas oleh perawat National Hospital Surabaya (kiri), dan pelaku. Foto: youtube
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ketua PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menyesalkan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum perawat Rumah Sakit Nasional Hospital Surabaya. Video kasus pelecehan tersebut viral melalui sejumlah media sosial.
Sebelumnya, akun Twitter @Michael24007966, pada Rabu (24/1/2018) mengunggah sebuah video berdurasi 52 detik yang memerlihatkan seorang pasien menangis. Ia mengatakan jika dirinya menjadi korban pelecehan dari petugas rumah sakit.
BACA JUGA:
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
- Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibra Bersatu Lintas Jenjang
- BSPS di Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Luas
Ia terlihat duduk di atas ranjang menangis, ditenangkan oleh dua wanita di sampingnya. Pasien tersebut meminta seorang pria yang diduga adalah pelaku untuk mengakui kesalahannya. Korban menyebut jika pelaku memegang bagian dada korban hingga beberapa kali.
Di hadapan perawat dan pegawai rumah sakit itu, si cewek ini mengadu sambil menunjuk perawat cowok yang telah melecehkannya. "Kamu pegang payudara saya, kamu remas-remas 2-3 kali. Kamu puter putingnya. Kamu ngaku?," katanya sambil menunjuk perawat cowok.
Si perawat pria itu tertunduk sambil mengaku khilaf. Ia kemudian menyalami pasien yang telah dilecehkan itu.
"Harusnya pasien mendapat perlindungan karena tengah terbaring sakit. Bukan sebaliknya mendapatkan perlakuan pelecehan yang justru diduga dilakukan oleh oknum perawat setempat. Sangat kita sesalkan ," ungkap Khofifah di Surabaya, Kamis (25/1).






