Presiden Jokowi saat mencoba tol Ngawi-Kertosono menggunakan truk.
Pembangunan jalan tol tentu membawa banyak perubahan pada masyarakat. Tak hanya dari fungsi ekonomi belaka. Manfaat kehadiran jalan tol harus ditempatkan pada fungsi sosial dalam perspektif jangka panjang lima hingga sepuluh tahun ke depan. ‘’Publik juga perlu edukasi agar lebih siap bertransformasi dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri,’’ imbuhnya.
Direktur Utama Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) Iwan Moedyarno menegaskan perjalanan membangun jalan tol Ngawi-Kertosono penuh perjuangan dan kerja keras. Namun, PT NKJ dapat menuntaskan pembangunan infrastruktur strategis ini dengan tepat waktu sesuai harapan Presiden Joko Widodo. ‘’Ini berkat dukungan dari semua pihak,’’ tegasnya.
Iwan menguraikan, pengerjaan konstruksi dimulai akhir September 2015 oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor untuk Paket 1. Serta PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk Paket 2 dan 3. Total panjang tol Ruas Ngawi-Kertosono adalah 87 kilometer. PT NKJ melakukan pekerjaan konstruksi sepanjang 49,5 km pada ruas Klitik-Saradan.
Sisa pekerjaan sepanjang 37,5 km pada ruas Saradan-Kertosono dibangun melalui APBN. Adapun komposisi kepemilikan saham PT NKJ, yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk 60% dan PT Waskita Toll Road 40%.
‘’Dukungan pemerintah dalam pembiayaan sangat membantu kami dalam menjaga megaproyek tetap layak secara finansial,’’ paparnya.
Pembangunan megaproyek nasional ini pun tak pernah mengabaikan komitmen peduli lingkungan hidup. Dengan melakukan penghijauan di sepanjang jalan bebas hambatan, rest area yang tematik, serta penerapan hydroseeding dalam penanganan lereng.
“PT NKJ juga senantiasa memberi manfaat bagi masyarakat setempat. Baik melalui kegiatan bakti sosial, pasar murah, santunan anak yatim piatu, hingga bantuan sarana ibadah di pedesaan,” pungkas dia. (mid/yud)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




