Gus Syaf foto bersama petani saat panen padi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh. foto: BANGSAONLINE
Mendengar hal tersebut, Gus Syaf berjanji akan berkoordinasi terkait kuota pupuk bersubsidi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian. Ia juga mengatakan akan mengupayakan bantuan pupuk maupun benih melalui dinas terkait. Serta tak kalah pentingnya adalah memberantas mafia pupuk yang menyebabkan harga pupuk bersubsidi melonjak.
Usai mengikuti panen padi bersama petani, Gus Syaf kemudian menjenguk warga Desa Ngogri yang menderita hydrocephalus. Adalah Miftakhul Nurjannah, putri dari pasangan Kholiq dan Nurlaili yang disambangi Gus Syaf di kediamannya, tepatnya dusun Beweh.

Kholiq, sang ayah, menuturkan jika Miftakhul Nurjannah menderita penyakit tersebut sejak lahir. Ia mengaku tidak bisa mengobatkan putrinya lantaran terkendala biaya. "Dari pemerintah sempat ada yang ke sini, waktu itu dari Dinsos, tapi cuman dicek dan didata saja," akuinya.
Sementara Gus Syaf meminta agar keluarga Kholiq bersabar dan tabah terhadap sakit yang dialami anaknya. Menurutnya, blusukan ke warga yang sakit tersebut memang sekaligus untuk memastikan penanganan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya untuk warga kurang mampu.
"Pelayanan kesehatan menjadi salah satu fokus program saya yang akan dibenahi. Ini sekaligus saya mengecek penanganan pelayanan kesehatan bagi masyarakat," ujar Gus Syaf. (rev/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




