Ratusan warga Desa Mojoagung, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban saat aksi demo di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban, Senin (10/9).
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga Desa Mojoagung, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban, Senin (10/9).
Mereka meminta agar Kepala Desa (Kades) Mojoagung, Siti Ngatiyah (40) dan suaminya Haji Makmur (46) yang ditahan pihak Kejari agar dibebaskan. Menurut warga, keduanya tidak bersalah dan apa yang dituduhkan kepada mereka semua itu tidak benar.
BACA JUGA:
- Inspektorat Tuban Temukan Potensi Kerugian Rp1 M di Desa Kepohagung, Kasus Diserahkan ke Polisi
- Tuding Selewengkan PADes, Ratusan Warga Demo Tuntut Kades Kepohagung Mundur
- Kejari Tuban Tahan Tiga Tersangka Kasus Korupsi PADes Kedungsoko, Termasuk Kades
- Kejari Tuban Perketat Pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa
"Kami menganggap kades kami sebagai pahlawan pembangunan. Selama menjabat sebagai kades, Desa Mojoagung mengalami perkembangan yang sangat baik," ujar salah satu orator aksi, Aji Mahmudan.
Aji menilai, penahanan yang dilakukan Kejari merupakan bentuk penindasan dan kedzaliman. Menurutnya, penahanan yang dilakukan kejari juga tidak sesuai prosedur. "Demo akan terus kami lakukan, selama tuntutan kami tidak dituruti," ancamnya.
Sementara itu, Kepala Kejari Tuban Mustofa mengatakan, penahanan kades beserta suaminya itu telah sesuai prosedur. Hasil dari penyidikan ditemukan penyelewengan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2017 yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 152 juta.
"Semua telah sesuai dengan prosedur, sehingga kasus ini tetap akan dilanjutkan. Karena hasil audit menemukan dugaan merugikan negara sebesar Rp 152 juta," ujarnya.
Pihaknya meminta kepada masyarakat supaya menghormati proses hukum yang berlaku. Karena semua temuan tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat setempat.
"Kita berharap warga menghormati proses hukum yang ada, semua bisa dibuktikan dalam proses peradilan nanti," imbuhnya. (gun/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




