Ilustrasi
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Belum cairnya insentif ribuan guru ngaji, tokoh agama, dan Bosda Madin di Lamongan mendapat sorotan kalangan DPRD setempat. Pasalnya, hingga Bulan September ini kedua dana tersebut belum turun juga. Padahal, sangat dibutuhkan untuk operasional siswa dan Madin.
Ketua Komisi D, Ali Mahfudi, mendesak agar Bosda Madin segera dicairkan karena sebelumnya dana tersebut rutin diterima setiap semester. namun. “Belum cairnya dana Bos Madin ini membuat banyak lembaga Madin harus ngutang dulu demi keberlangsung Madinnya,” kata Ali Mahfudi, Rabu (12/9).
BACA JUGA:
- Upaya Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Lamongan Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng
- Genjot Produktivitas Padi, Bupati Lamongan Salurkan Combine Harvester
- Lantik 34 Pejabat, Bupati Lamongan Tekankan Profesionalisme dan Integritas
- Viral Isu Dugaan Perselingkuhan Camat Karanggeneng, Ini Kata Sekda Lamongan
Menurut Ali, sudah banyak keluhan dari guru Madin yang mempertanyakan belum keluarnya dana Bosda Madin. “Maka kami berharap segera dicairkan. Kalau ada kendala, di mana kendalanya agar disampaikan kepada mereka. Kasihan menunggu,” tegasnya.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Kasi Pondok Pesantren (Pontren) Kemenag Lamongan, Banjir Sukomulyo, menjelaskan bahwa pihaknya hanya melakukan pendataan terkait penerima Bosda Madin.
"Pendataan sudah selesai sejak bulan Juli lalu, meski beberapa kali sebelumnya dilakukan perbaikan. Kalau sampai saat ini ternyata dana tersebut belum cair, saya tidak tahu persis, Dan yang jelas komitmen Kemenag soal pendataan sudah dilakukan, terkait dananya ada di Pemkab," jelasnya.
Sebenarnya, tambah Banjir, Seksi Pontren Kemenag sudah melakukan komunikasi dengan pihak Kesmas Pemkab, namun belum ada tanggapan yang tegas terkait kapan pencairan Bosda Madin itu bisa dilakukan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




